Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Fokuskan KUR untuk UMKM di Sektor Produksi dan Wilayah Perdesaan

Sabtu, 26 April 2025 | 13:42:44 WIB

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga akhir Triwulan I tahun 2025, BRI mencatat telah menyalurkan KUR sebesar Rp42,23 triliun, atau setara 24,13% dari total alokasi Rp175 triliun yang ditetapkan pemerintah sepanjang tahun ini.

Capaian tersebut menunjukkan peran aktif BRI dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Sebanyak 975 ribu debitur pengusaha UMKM telah memperoleh manfaat dari pembiayaan KUR yang disalurkan oleh BRI selama periode Januari hingga Maret 2025.

BRI Dorong Penyaluran KUR ke Sektor Produktif

Tak hanya fokus pada nilai pembiayaan dan jumlah penerima manfaat, BRI juga memastikan penyaluran KUR diarahkan kepada sektor-sektor strategis yang berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini tercermin dari 62,43% penyaluran KUR yang dialokasikan untuk sektor produksi, seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan perdagangan produktif.

Dari seluruh sektor produktif, sektor pertanian menjadi penyerap terbesar pembiayaan KUR BRI, dengan nilai mencapai Rp18,09 triliun. Angka ini menempatkan sektor pertanian sebagai komponen utama dalam distribusi KUR BRI, sekaligus mempertegas kontribusi perbankan BUMN ini dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa penyaluran KUR merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Penyaluran KUR yang berfokus pada sektor produktif merupakan bentuk keberpihakan nyata BRI terhadap pembangunan ekonomi nasional. BRI meyakini bahwa pembiayaan yang tepat sasaran dapat menciptakan multiplier effect yang signifikan, khususnya dalam mendorong kemandirian usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Hendy dalam keterangannya, Sabtu (18/5/2025).

Fokus pada Sektor Pertanian untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Hendy menambahkan bahwa fokus penyaluran KUR ke sektor pertanian merupakan bentuk nyata strategi BRI dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, pertanian memiliki peran vital dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh, berdaya saing, dan inklusif.

“Dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, serta mendukung upaya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Hal ini sekaligus menunjukkan peran BRI dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan inklusif,” tutur Hendy.

Strategi BRI ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti krisis pangan, perubahan iklim, dan gejolak ekonomi.

Portofolio Pembiayaan Tetap Sehat dengan Risiko Terkendali

Dalam hal pengelolaan risiko kredit, BRI memastikan penerapan manajemen risiko yang prudent dan berkelanjutan. Berdasarkan data hingga Maret 2025, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) untuk portofolio KUR BRI tercatat sebesar 2,29%. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun penyaluran kredit dilakukan secara masif, kualitas portofolio tetap dalam kategori sehat dan terkendali.

Kinerja ini tak lepas dari sistem mitigasi risiko yang diterapkan secara ketat oleh BRI, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam proses penilaian kelayakan debitur dan monitoring pinjaman.

Perluasan Akses Pembiayaan untuk Ekonomi Inklusif

Kinerja positif BRI dalam penyaluran KUR juga menjadi bukti nyata kontribusi bank ini terhadap peningkatan inklusivitas ekonomi, di mana pelaku usaha kecil dan mikro memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan formal. Hal ini penting untuk menekan praktik rentenir dan memperkuat sistem keuangan nasional yang lebih merata.

Dengan lebih dari 975 ribu pelaku usaha yang terbantu dalam satu triwulan, BRI menunjukkan bahwa KUR bukan hanya program kredit, melainkan juga alat strategis untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat lapisan bawah.

Langkah BRI sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun sistem ekonomi berbasis kerakyatan. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terus meningkat, dan KUR menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut.

Komitmen BRI dalam Mendukung UMKM Nasional

Sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia, BRI memiliki keunggulan dalam menjangkau masyarakat hingga ke daerah pelosok. Hal ini membuat penyaluran KUR lebih merata dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan serta produktivitas usaha kecil.

BRI juga terus mendorong digitalisasi layanan untuk mempercepat proses pengajuan dan pencairan KUR, termasuk melalui aplikasi BRISPOT, yang telah digunakan oleh ribuan tenaga pemasar BRI di lapangan. Teknologi ini dinilai sangat efektif dalam mempercepat akses pembiayaan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

Harapan dan Target ke Depan

Dengan sisa waktu sembilan bulan hingga akhir tahun 2025, BRI masih memiliki ruang besar untuk merealisasikan target penyaluran KUR sebesar Rp175 triliun. Perseroan optimistis target tersebut dapat tercapai, mengingat permintaan terhadap pembiayaan UMKM terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi nasional pasca-pandemi.

Di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi, BRI tetap berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan UMKM. Melalui program KUR yang terstruktur dan tepat sasaran, BRI berupaya memastikan bahwa pelaku usaha kecil dan mikro tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Terkini