JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk BRI Peduli. Pada kesempatan istimewa ini, sebanyak 1.000 paket bantuan sembako disalurkan kepada umat Buddha di wilayah Tangerang, khususnya di sekitar Wihara Centiya Mi Lek Hud yang berlokasi di kawasan Sewan, Tangga Asem, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam memperkuat nilai kebersamaan, cinta kasih tanpa syarat, dan kepedulian terhadap sesama, khususnya dalam menyambut momen penuh makna bagi umat Buddha, yakni Hari Raya Waisak.
Penyaluran Bantuan Sembako Langsung kepada Umat Buddha
Melalui program BRI Peduli, perusahaan menyalurkan bantuan secara langsung dan tepat sasaran kepada penerima manfaat yang mayoritas merupakan warga sekitar Wihara Centiya Mi Lek Hud. Paket bantuan terdiri dari berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan penting lainnya.
Program ini juga dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para penerima bantuan. BRI berharap bahwa bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan pascapandemi dan ketidakpastian global.
Wujud Kepedulian BRI terhadap Masyarakat Melalui BRI Peduli
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjangkau masyarakat lintas latar belakang agama dan etnis, sebagai wujud kepedulian yang inklusif dan berkelanjutan.
“Semoga bantuan dari BRI ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya,” ujar Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, dalam keterangannya.
Ia juga menegaskan bahwa BRI tidak hanya berfokus pada penguatan sektor keuangan dan layanan perbankan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendorong kesejahteraan sosial masyarakat. Bantuan sembako ini menjadi salah satu bentuk nyata dari visi tersebut.
Peran Wihara sebagai Pusat Spiritualitas dan Sosial
Ketua Wihara Centiya Mi Lek Hud, Husein, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan oleh BRI. Menurutnya, tempat ibadah umat Buddha tidak hanya berfungsi sebagai ruang spiritual, melainkan juga menjadi pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada BRI atas kepeduliannya kepada umat Buddha. Dengan kepedulian seperti ini akan menjadi embun atau air penyejuk hati juga menjadi tetes-tetes air harapan untuk kemajuan masyarakat juga kemajuan bangsa dan negara,” ungkap Husein dengan penuh rasa syukur.
Ia menambahkan bahwa Wihara Centiya Mi Lek Hud selalu berupaya aktif dalam menyebarkan nilai-nilai kebajikan, cinta kasih, dan kebersamaan, serta menjalin relasi harmonis dengan komunitas sekitar.
Dukungan Sosial yang Menginspirasi dan Menumbuhkan Harapan
Senada dengan itu, Ceceh Sentyanty, selaku Pengurus Wihara Centiya Mi Lek Hud, juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh BRI dalam bentuk bantuan sembako. Menurutnya, aksi sosial ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga secara spiritual memperkuat rasa kebersamaan antarumat beragama di Indonesia.
“Kami umat Buddha di sini sangat bahagia dan benar-benar terbantukan. Semoga BRI Peduli terus hadir memberikan bantuan dan kepedulian bagi sesama,” kata Ceceh Sentyanty.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini selaras dengan semangat Waisak, yakni menyebarkan cinta kasih, tanpa memandang latar belakang. Bantuan tersebut menjadi simbol konkret dari nilai toleransi dan solidaritas yang menjadi landasan hidup bersama dalam keberagaman.
Program CSR BRI Peduli: Konsisten Hadir dalam Momen Keagamaan
Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR BRI Peduli yang secara rutin hadir dalam momen-momen penting seperti Ramadan, Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Hari Kemerdekaan, hingga Hari Raya Waisak. Dengan pendekatan yang inklusif, BRI menjangkau berbagai komunitas lintas agama, sebagai upaya membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan sosial.
Program CSR ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan. Bantuan ini menjadi penegas bahwa perusahaan milik negara seperti BRI memiliki peran penting sebagai agen perubahan sosial.
Sinergi Dunia Usaha dan Nilai Kemanusiaan
Kegiatan sosial yang digagas oleh BRI ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan sosial. Dalam menghadapi berbagai tantangan global, kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas menjadi sangat penting dalam menciptakan stabilitas dan kesejahteraan bersama.
Penyaluran 1.000 paket sembako pada Hari Raya Waisak 2025 menjadi simbol nyata dari kolaborasi yang mengedepankan rasa peduli dan tanggung jawab moral terhadap sesama, sekaligus mendorong tumbuhnya optimisme dalam kehidupan masyarakat.
Membangun Harapan dan Keharmonisan Lewat Aksi Nyata
Dalam momentum penuh berkah ini, BRI kembali membuktikan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan cinta kasih.
Dengan menyasar komunitas Buddha di Tangerang, BRI menegaskan bahwa perbedaan agama dan budaya bukanlah penghalang untuk berbagi. Sebaliknya, perbedaan itu menjadi kekayaan bangsa yang harus dirawat melalui kerja sama dan solidaritas.
Aksi sosial ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk melakukan hal serupa, dan memperkuat kesatuan sosial bangsa Indonesia dalam bingkai toleransi dan keberagaman.