Komitmen BRI dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Terwujud Lewat Bantuan Sembako Saat Waisak 2025

Senin, 12 Mei 2025 | 09:29:09 WIB

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk BRI Peduli. Pada kesempatan ini, BRI menyalurkan 1.000 paket sembako kepada umat Buddha di wilayah Tangerang, khususnya di sekitar Wihara Centiya Mi Lek Hud yang berlokasi di kawasan Sewan, Tangga Asem, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten.

Paket sembako tersebut terdiri dari kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan makanan lainnya. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dan tepat sasaran, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi menjaga keamanan dan kenyamanan penerima manfaat.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, serta memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang masih menghadapi tantangan ekonomi.

“Semoga bantuan dari BRI ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-sebaiknya,” ungkap Hendy saat memberikan keterangan resmi.

Wihara Centiya Mi Lek Hud sendiri dikenal sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial yang sangat aktif dalam menyebarkan nilai-nilai kebajikan dan kebersamaan. Tempat ibadah umat Buddha ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang ritual keagamaan, melainkan juga menjadi pusat kegiatan sosial yang menjalin hubungan harmonis dengan komunitas di sekitarnya.

Ketua Centiya Mi Lek Hud, Husein, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan yang diberikan oleh BRI Peduli. Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan sumber motivasi sekaligus penyejuk hati yang memberikan harapan baru bagi kemajuan masyarakat dan bangsa secara luas.

“Kami berterima kasih kepada BRI atas kepeduliannya kepada umat Buddha. Dengan kepedulian seperti ini, bantuan tersebut menjadi embun atau air penyejuk hati juga menjadi tetes-tetes air harapan untuk kemajuan masyarakat juga kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya penuh rasa syukur.

Lebih lanjut, Husein menegaskan bahwa keberadaan Wihara Centiya Mi Lek Hud tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang mempererat solidaritas dan kebersamaan antarwarga.

Senada dengan itu, Ceceh Sentyanty, Pengurus Wihara Centiya Mi Lek Hud, menyambut positif kehadiran BRI Peduli yang menyalurkan bantuan sosial pada momen Hari Raya Waisak ini. Menurutnya, aksi ini sekaligus menjadi simbol penyebaran cinta kasih tanpa syarat serta memperkuat rasa kepedulian antar sesama.

“Kami Umat Buddha di sini sangat bahagia dan benar-benar terbantukan. Semoga BRI Peduli terus hadir memberikan bantuan dan kepedulian bagi sesama,” imbuh Ceceh dengan penuh harapan.

Program CSR BRI Peduli ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang rutin dilakukan oleh BRI pada berbagai momen keagamaan dan hari besar nasional seperti Ramadhan, Natal, Idul Fitri, dan Hari Kemerdekaan. Dengan pendekatan yang inklusif, program ini menjangkau berbagai komunitas tanpa membedakan latar belakang agama maupun etnis.

Keberhasilan program ini mencerminkan peran aktif dunia usaha dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan global. Penyaluran paket sembako untuk umat Buddha di Tangerang ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya fokus pada aspek bisnis dan profit, tetapi juga sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

Melalui program BRI Peduli, perusahaan terus menanamkan nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang berkelanjutan, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan yang harmonis dan penuh toleransi. Momentum Hari Raya Waisak yang sarat makna ini menjadi saat yang tepat untuk mengingatkan pentingnya cinta kasih, toleransi, dan solidaritas antarumat beragama.

Kehadiran BRI dalam kegiatan sosial yang konsisten di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat ikatan antarwarga sekaligus menjadi inspirasi bagi institusi lain untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan bangsa.

Sebagai penutup, Husein mengungkapkan harapannya bahwa bantuan dari BRI ini menjadi penyemangat baru bagi masyarakat dan mendorong tumbuhnya optimisme dalam kehidupan sosial. “Bantuan dari BRI ini menjadi tetes-tetes air harapan yang membangkitkan optimisme di tengah masyarakat,” tutupnya.

Dengan penyaluran 1.000 paket sembako tersebut, BRI membuktikan perannya sebagai agen perubahan sosial yang inklusif, yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

Terkini