Menkomdigi Ajak Masyarakat Jaga Ruang Digital Saat Sampaikan Aspirasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 22:24:32 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid.

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi agar tetap menjaga ketertiban, baik di ruang fisik maupun ruang digital. Meutya menegaskan bahwa pemerintah menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat, kritik, serta masukan sebagai bagian dari jaminan demokrasi.

"Pemerintah terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat. Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang dijamin dalam demokrasi," katanya sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Ia menekankan bahwa kritik boleh disampaikan dengan tegas, namun harus tetap damai. "Jangan mudah terprovokasi sehingga memicu kekerasan, perusakan, pembakaran, penyerangan, atau tindakan lain yang membahayakan masyarakat," tegasnya.

Meutya juga mengimbau masyarakat agar tidak mengunggah atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari ajakan yang mengarah pada kekerasan di ruang digital. Ia mengingatkan masyarakat akan adanya efek ilusi algoritma di media sosial. Menurutnya, konten yang muncul di lini masa tidak selalu mencerminkan situasi sebenarnya karena dipengaruhi oleh pola interaksi pengguna yang diperkuat oleh algoritma.

“Jangan langsung menganggap lini masa sebagai gambaran lengkap keadaan. Ilusi algoritma bisa membuat kami merasa semua orang sedang marah, semua orang membenarkan kekerasan, atau semua informasi yang kami lihat adalah fakta. Padahal, belum tentu demikian," kata Meutya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi informasi dari berbagai sumber agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks, disinformasi, manipulasi video, maupun potongan informasi tanpa konteks. "Ruang digital tidak boleh menjadi tempat untuk memperbesar provokasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi hoaks, hasutan kekerasan, dan manipulasi informasi tidak boleh diberi ruang. Mari kami jaga aspirasi tetap tersampaikan secara damai dan bertanggung jawab," pungkasnya.

Terkini