KKP Operasikan Lab Uji Radioaktif untuk Dukung Ekspor Perikanan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:08:01 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi mengoperasikan laboratorium uji kontaminasi radioaktif produk perikanan guna meningkatkan daya saing serta keberterimaan ekspor hasil perikanan Indonesia di pasar global, khususnya Amerika Serikat (AS). 

Laboratorium yang berlokasi di Balai Uji Standar Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BUSPM), Cipayung, Jakarta Timur, ini telah mengantongi akreditasi ISO 17025.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, menyatakan bahwa fasilitas ini telah mendapat persetujuan dari Bapeten selaku otoritas pengawas nuklir serta pengakuan dari US FDA. 

"Laboratorium tersebut telah memperoleh persetujuan Bapeten sebagai otoritas pengawas nuklir serta persetujuan US FDA untuk melakukan pengujian sejumlah parameter radioaktif, termasuk Cs-137," ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Laboratorium ini dikhususkan untuk pengujian kontaminasi Cesium-137 (Cs-137) pada produk perikanan, terutama udang, agar memenuhi syarat negara tujuan ekspor. 

Ishartini menegaskan bahwa fasilitas BUSPM ini merupakan satu-satunya laboratorium pengujian radionuklida pangan asal ikan di Indonesia dan yang pertama di Asia Tenggara. 

Hasil uji ini nantinya digunakan sebagai syarat pengurusan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP).

Keberadaan laboratorium ini menjadi instrumen penting dalam menjaga sistem jaminan mutu di tengah ketatnya regulasi perdagangan internasional. 

Data KKP mencatat, sepanjang 31 Oktober 2025 hingga 11 Juni 2026, Indonesia telah mengekspor udang ke pasar AS sebanyak 4.072 kontainer, dengan 3.370 kontainer di antaranya telah masuk ke pasar AS. 

Nilai ekspor tersebut mencapai 51.607 ton dengan total nilai ekonomi sebesar Rp8,78 triliun.

Terkini