Menpar Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Sidang UN Tourism Spanyol

Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18:31 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana membahas isu pengembangan sektor pariwisata yang adaptif, tangguh, serta berkelanjutan melalui partisipasi aktifnya dalam Sidang ke-126 UN Tourism Executive Council yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Toledo, Spanyol.

"Tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, ketidakpastian ekonomi dunia, krisis lingkungan, hingga pesatnya perkembangan teknologi, telah memengaruhi perilaku wisatawan dan dinamika industri pariwisata di berbagai negara," kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

Widiyanti menilai kondisi tersebut mendorong sektor pariwisata untuk terus beradaptasi serta memperkuat orientasinya pada prinsip keberlanjutan dan ketahanan atau resiliensi. 

Oleh karena itu, ia menyatakan kesiapan untuk mendukung optimalisasi program serta kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi negara-negara anggota, khususnya di kawasan Asia Pasifik.

Dalam prioritas ketiga terkait pembangunan kapasitas, Indonesia mendorong UN Tourism Academy untuk secara khusus mengatasi kesenjangan keterampilan digital dan hijau di negara-negara berkembang di Asia, dengan memberikan perhatian pada pemuda, perempuan, dan Small Island Developing States (SIDS).

"Upaya ini sangat penting bagi pengembangan destinasi-destinasi skala kecil di kawasan Asia dan Pasifik,” ujar dia.

Indonesia juga mendukung serta berkontribusi pada persiapan International Year of Sustainable and Resilient Tourism (IYSRT) 2027 yang fokus mencakup penguatan ketahanan sektor pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, serta transformasi digital yang selaras dengan arah pembangunan pariwisata nasional.

Widiyanti juga menyatakan dukungan pada program Best Tourism Villages by UN Tourism karena berhasil menciptakan peluang ekonomi lokal, di mana lima desa di Indonesia telah menerima penghargaan tersebut dan lebih dari 6.200 desa lainnya turut berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Sebagai penandatangan Deklarasi Glasgow, Indonesia berkomitmen pada aksi iklim melalui peluncuran Peta Jalan Dekarbonisasi Pariwisata serta mendukung inisiatif pengurangan limbah makanan (Recipe of Change). 

Di bidang teknologi, visi Pariwisata 5.0 diwujudkan melalui inovasi digital seperti MaiA, asisten perjalanan berbasis AI yang diluncurkan pada tahun 2025 untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.

Selain itu, Indonesia berfokus pada investasi sumber daya manusia melalui standardisasi kompetensi nasional dan kerja sama dengan UN Tourism Online Academy demi membangun tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan.

Widiyanti kemudian melanjutkan pertemuan dengan Menteri Pariwisata Bulgaria pada Rabu (10/6) guna membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan, termasuk pendidikan di bidang hospitality, potensi penandatanganan kesepakatan bilateral, serta pertukaran pengalaman (best-practice) dan keahlian di bidang pendidikan.

Pertemuan dilanjutkan dengan Menteri Pariwisata Montenegro yang membahas peluang kerja sama sumber daya manusia. 

Menteri Pariwisata Montenegro mengundang Widiyanti untuk menghadiri Inter-regional High-Level Forum of Europe and Asia yang bertujuan meningkatkan dialog serta kebijakan untuk mendorong kunjungan pariwisata antara Eropa dan Asia, serta peluang kerja sama tenaga kerja pariwisata.

Pada Kamis (11/6), dilakukan pula pertemuan bilateral dengan Menteri Pariwisata Arab Saudi untuk membahas implementasi kerja sama yang sedang berjalan di bawah nota kesepahaman kedua negara. 

Kerja sama tersebut mencakup promosi pasar wisata, peningkatan mobilitas wisatawan, serta penjajakan peluang kolaborasi baru yang saling menguntungkan.

Terkini