Serapan Anggaran BSN Capai 47,31 Persen hingga Mei 2026

Senin, 15 Juni 2026 | 20:27:31 WIB
Badan Standardisasi Nasional (BSN). (Foto: NET)

JAKARTA – Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Donny Purnomo Januardhi Effyandono, mengungkapkan bahwa realisasi anggaran BSN sampai Mei 2026 telah mencapai Rp80 miliar, atau sekitar 47,31 persen dari pagu anggaran Rp169 miliar setelah mengalami pemblokiran.

"Sampai dengan bulan Mei 2026 serapan anggarannya adalah 47,31 persen dari pagu setelah diblokir," ujar Donny dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR-RI, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, total pagu anggaran BSN tahun 2026 sebenarnya mencapai Rp186 miliar lebih, namun berkurang menjadi Rp169 miliar pascablokir. Dana tersebut telah disalurkan untuk mendukung berbagai operasional lembaga.

Donny memaparkan sejumlah program yang terealisasi hingga Mei 2026, di antaranya penetapan 46 Standar Nasional Indonesia (SNI) dari target 300 SNI, serta kaji ulang terhadap 89 SNI dari target 320 SNI. 

Selain itu, BSN juga menyusun tujuh kajian standar untuk 2027 guna mendukung hilirisasi industri, ketahanan energi, swasembada pangan, serta pengembangan energi hijau dan biru.

"Sampai dengan akhir Mei 2026 terdapat 9.940 SNI aktif dari berbagai bidang," ungkapnya.

Lebih lanjut, Donny menyampaikan bahwa BSN terus mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Bina UMK untuk mendapatkan sertifikasi SNI. Data terkini mencatat sebanyak 1.080.812 pelaku UMKM telah tersertifikasi SNI dari total 64 juta pelaku usaha di Indonesia.

"Kami juga telah memberikan fasilitasi ekspor untuk 6 produk UMK binaan hingga akhir Mei," tambahnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah Anggota DPR RI memberikan atensi khusus agar BSN lebih serius mendampingi sertifikasi bagi UMKM. Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo, meminta BSN untuk berperan aktif melindungi produk UMKM agar mampu bersaing di pasar.

Ia menyoroti banyaknya pelaku UMKM yang menghadapi kendala hukum karena minimnya sertifikasi, seperti kasus benih padi di Aceh dan produksi perangkat elektronik bekas.

"BSN ini gerbang penjaga. Untuk itu kami minta BSN turun memperhatikan pelaku UMKM," tegasnya.

Terkini