Mendiktisaintek: Belum Ada Laporan Kampus Rusak Signifikan di Palu

Rabu, 17 Juni 2026 | 17:36:32 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai kerusakan perguruan tinggi yang bersifat signifikan akibat peristiwa gempa bumi yang mengguncang Palu pada Selasa (16/6/2026).

"Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, secara umum belum ada laporan kerusakan yang signifikan pada bangunan kampus, yang disebabkan karena gempa," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ia menyampaikan bahwa mayoritas perguruan tinggi melaporkan kondisi infrastruktur mereka dalam keadaan aman, meski ditemukan sejumlah retakan minor pada dinding bangunan.

Ia menambahkan, beberapa perguruan tinggi memang melaporkan dampak kerusakan, seperti kerusakan peralatan laboratorium serta komputer karena terjatuh saat guncangan, plafon ruang kelas yang runtuh, serta keretakan pada dinding, lantai, dan bagian struktur bangunan lainnya.

"Namun hingga saat ini tidak terdapat laporan kerusakan berat yang mengganggu keseluruhan operasional kampus," ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 tersebut berada di koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, tepatnya 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Guncangan gempa turut dirasakan di wilayah Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Berdasarkan pemutakhiran data sekunder hingga Rabu siang, BMKG mencatat instrumen seismograf telah mendeteksi 118 kali aktivitas gempa susulan dengan tren magnitudo yang terus menurun.

Beberapa bangunan di Kampus Universitas Tadulako (Untad) Palu dilaporkan mengalami kerusakan. Merujuk data awal dari pihak universitas, kerusakan menimpa sejumlah gedung yang sebelumnya telah menjalani proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi pada 2018.

Kerusakan yang terjadi meliputi retakan dinding, terlepasnya material pelapis bangunan, kerusakan plafon, kerusakan fasilitas pembelajaran, serta pecahnya kaca akibat kuatnya guncangan. Di Auditorium Untad, kerusakan terlihat dari runtuhnya sebagian plafon dan gangguan pada fasilitas videotron.

Kerusakan lainnya juga ditemukan di Rumah Sakit (RS) Untad berupa retakan pada beberapa bagian non-struktural bangunan. Kondisi serupa terjadi di Fakultas Teknik di mana sebagian plafon dilaporkan roboh, sementara Gelanggang Mahasiswa mengalami retakan pada beberapa bagian yang masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

Terkini