JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menetapkan fokus pengembangan sektor pariwisata di tahun 2026 pada program desa wisata serta Event by Indonesia. Langkah ini diambil untuk memacu pertumbuhan yang inklusif sekaligus pemerataan pembangunan di tanah air.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata mengusung lima program unggulan pada tahun 2026, yakni peningkatan keselamatan berwisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, desa wisata, dan Tourism 5.0.
"Dalam konteks pertumbuhan yang inklusif dan pemerataan pembangunan, dua program yang menjadi fokus utama adalah desa wisata dan Event by Indonesia," kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Qodari menuturkan, dalam program desa wisata, pemerintah tidak hanya menggenjot jumlah desa wisata, tetapi juga menekankan pada kualitas pengelolaannya. Saat ini, tercatat lebih dari 6.200 desa wisata tersebar di seluruh Indonesia.
Peningkatan kualitas tersebut diwujudkan melalui berbagai program sertifikasi, termasuk sertifikasi halal hasil kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Hingga 29 Mei 2026, sebanyak 31.548 sertifikasi telah diterbitkan di 1.116 desa wisata. Selain itu, pemerintah juga memberikan pendampingan pengelolaan serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
"Hasilnya, 50 desa wisata pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 yang mendapatkan pendampingan mencatatkan peningkatan kunjungan sebesar 44,8 persen, dari 1,6 juta menjadi 2,32 juta kunjungan dengan pendapatan yang naik 29,41 persen, dari Rp46 miliar menjadi Rp59,6 miliar," kata Qodari.
Sementara itu, melalui program Event by Indonesia, Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan daerah melalui Karisma Event Nusantara (KEN). Qodari memaparkan bahwa pada tahun 2025, program tersebut sukses menyelenggarakan 98 kegiatan yang menyedot 10,8 juta pengunjung.
Kegiatan tersebut mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp7 triliun, melibatkan 15.400 pelaku UMKM, serta memberikan dampak positif bagi 219.100 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
"Momentum ini tentu saja harus berlanjut di tahun 2026 dengan target 125 event terkurasi di 38 provinsi sepanjang tahun," kata dia.
Qodari mengungkapkan, per 15 Juni 2026, sebanyak 38 kegiatan telah terlaksana dengan capaian 1,19 juta pengunjung, perputaran ekonomi mencapai Rp86 miliar, melibatkan 4.670 pelaku UMKM, serta memberikan manfaat bagi 30.873 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
Selain kedua program tersebut, Qodari menambahkan bahwa Kementerian Pariwisata menjalankan program Tourism 5.0 melalui peluncuran platform kecerdasan buatan bernama Maya (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia). Platform ini berbasis pada data ekosistem resmi Wonderful Indonesia dan Kementerian Pariwisata.
"Maya dirancang untuk memberikan rekomendasi destinasi yang terkurasi, lengkap, dan selalu terbarukan. Termasuk membantu keluarga menyusun itinerary yang praktis sesuai anggaran dan ramah keluarga selama liburan sekolah," katanya.