BKHIT Maluku Kawal Ekspor Perdana Tuna Beku ke Thailand

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:24:31 WIB
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku.

AMBON - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawal percepatan ekspor perdana komoditas tuna beku (frozen tuna) milik PT Jayawi Ambon Internasional ke Thailand sebagai upaya mendorong komoditas unggulan daerah menembus pasar global.

Kepala BKHIT Maluku, Willy Indra Yunan, di Ambon, Rabu, mengatakan bahwa pihaknya bersama Tim Percepatan Ekspor Provinsi Maluku memberikan pendampingan penuh agar seluruh proses ekspor berjalan sesuai ketentuan dan memenuhi standar negara tujuan.

"BKHIT Maluku berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik bagi pelaku usaha. Kami memastikan setiap komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi standar sanitasi dan persyaratan negara tujuan sehingga produk unggulan Maluku semakin dipercaya dan memiliki daya saing di pasar global," katanya.

Ia menjelaskan ekspor perdana tuna beku ke Thailand merupakan hasil sinergi antara BKHIT Maluku, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Ambon, serta Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon.

Menurut Willy, peran BKHIT dalam kegiatan ekspor tidak hanya menerbitkan dokumen karantina, tetapi juga memastikan komoditas perikanan yang akan dikirim telah memenuhi aspek kesehatan ikan, keamanan pangan, dan persyaratan teknis yang ditetapkan negara tujuan.

Selain itu, BKHIT melakukan pemeriksaan, pengawasan, serta sertifikasi kesehatan terhadap produk perikanan yang akan diekspor guna menjamin mutu dan keamanan komoditas selama proses perdagangan internasional.

"Melalui pengawasan dan sertifikasi yang ketat, kami menjaga agar produk perikanan asal Maluku memenuhi standar internasional. Hal ini penting untuk mempertahankan kepercayaan pasar dan membuka peluang ekspor yang lebih luas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas instansi dalam Tim Percepatan Ekspor menjadi faktor krusial untuk mempercepat proses layanan ekspor, mulai dari pemenuhan standar sanitasi, persyaratan teknis negara tujuan, hingga kelancaran prosedur kepabeanan.

Ekspor perdana tuna beku ke Thailand tersebut dinilai menjadi langkah strategis bagi PT Jayawi Ambon Internasional sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha perikanan lainnya untuk memperluas pasar ke berbagai negara.

Berdasarkan data sektor perikanan, nilai ekspor perikanan Provinsi Maluku pada 2025 mencapai 54,30 juta dolar AS, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 44,79 juta dolar AS. 

Dari capaian tersebut, komoditas tuna, khususnya Frozen Yellowfin Tuna Loin, fillet, dan berbagai produk olahan tuna, menjadi penyumbang devisa terbesar kedua pada kelompok komoditas perikanan nonhidup setelah udang vanamei.

Selama ini, produk tuna asal Maluku telah menembus sejumlah pasar utama dunia, antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, dan Vietnam. Kehadiran Thailand sebagai tujuan ekspor baru diharapkan semakin memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu sentra ekspor perikanan nasional.

Willy mengatakan peningkatan nilai ekspor perikanan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem karantina dan pengawasan mutu dalam menjaga reputasi produk perikanan Maluku di pasar internasional.

"Dengan potensi sumber daya perikanan yang melimpah, Maluku memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan ekspor. BKHIT Maluku akan terus mendukung pelaku usaha melalui pelayanan karantina yang cepat, profesional, dan sesuai standar internasional," katanya.

Terkini