4 Penyakit yang Bikin Kolesterol Susah Turun Kata Dokter IPB

Jumat, 19 Juni 2026 | 05:37:01 WIB
Ilustrasi - Ces Diabetes. (Foto: NET)

JAKARTA – Sudah membatasi asupan berlemak dan berupaya menjalani gaya hidup lebih sehat, namun angka kolesterol tidak kunjung turun? Ternyata, kondisi tersebut tidak melulu diakibatkan oleh menu makanan harian.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Christy Efiyanti, SpPD, mengingatkan bahwa terdapat beberapa kondisi medis yang memengaruhi kadar kolesterol dalam darah. 

Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa tingginya kolesterol sering kali dipengaruhi faktor kompleks, bukan sekadar kebiasaan makan.

Dalam siaran pers IPB University yang diterima pada Kamis (18/6/2026), Christy menjelaskan bahwa ada faktor lain yang kerap luput dari perhatian, yaitu penyakit tertentu yang mengganggu metabolisme tubuh. 

"Kadar kolesterol seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang lebih kompleks," ujar dr. Christy.

Berikut adalah empat penyakit yang dapat memengaruhi kadar kolesterol:

Diabetes Diabetes merupakan kondisi medis yang dapat berkontribusi pada kenaikan kolesterol. Oleh karena itu, pengidap diabetes perlu memantau kadar kolesterol mereka secara rutin sebagai langkah menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Gangguan Ginjal Fungsi ginjal sangat krusial dalam menjaga keseimbangan zat di dalam tubuh. Saat fungsinya terganggu, metabolisme tubuh akan terdampak, termasuk proses yang berkaitan dengan kolesterol.

Penyakit Hati Hati atau liver berperan besar dalam mengatur produksi serta pengolahan kolesterol. Karena itu, penderita masalah organ hati sebaiknya tidak hanya fokus pada gejala penyakitnya, tetapi juga mencermati kondisi metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Gangguan Tiroid Tiroid berfungsi mengendalikan berbagai proses metabolisme. Ketika kelenjar ini bermasalah, kadar kolesterol cenderung meningkat, yang menunjukkan bahwa kolesterol tinggi tidak selalu berkaitan langsung dengan apa yang dikonsumsi sehari-hari.

Selain penyakit, Christy menyebut faktor keturunan atau genetik perlu diwaspadai, seperti familial hypercholesterolemia yang menyebabkan kolesterol tinggi sejak usia muda. Oleh sebab itu, riwayat kesehatan keluarga penting diperhatikan.

Untuk menjaga kolesterol tetap normal, masyarakat disarankan menerapkan pola hidup sehat, seperti membatasi lemak jenuh, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal. Namun, ia menekankan bahwa upaya ini perlu dibarengi dengan pemeriksaan kesehatan berkala.

"Rutin melakukan medical check up agar dapat mendeteksi dini bila ada masalah kesehatan dan memperoleh penanganan sejak dini sebelum terlambat dan sulit diobati," tegas dr. Christy. 

Menurutnya, pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan penyebab kolesterol tinggi yang mungkin tidak terlihat dari gejala sehari-hari, termasuk penyakit penyerta yang memerlukan penanganan khusus.

Terkini