Dampak FTSE Russell Keluar, Ini Prospek Saham GOTO, NCKL, DOID, CNMA

Selasa, 23 Juni 2026 | 19:57:32 WIB
Ilutrasi - FTSE Russell. (Foto: NET)

JAKARTA – Keputusan FTSE Russell yang menghapus sejumlah saham Indonesia dari daftar indeksnya diprediksi tidak akan membawa pengaruh besar terhadap arus modal asing di pasar modal dalam negeri.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menyatakan bahwa efek penghapusan saham tersebut terhadap aliran dana investasi cenderung minim. 

"Perlu diingat bahwa dampak dari exclusions FTSE Russell sebenarnya relatif kecil terhadap flow, apalagi jika dibandingkan dengan efek dari rebalancing MSCI," ujar Harry, Selasa (23/6/2026).

Meski begitu, prospek tiap emiten yang keluar dari indeks akan tetap bergantung pada fundamental dan kondisi industri masing-masing. Terkait PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Harry memandang tantangan ke depan kian berat. 

Menurutnya, beberapa kebijakan pemerintah berisiko menekan kinerja perusahaan, seperti rencana pembatasan potongan atau take rate maksimal 8% pada layanan online delivery service (ODS) serta kemungkinan penurunan biaya layanan e-commerce. 

"Ke depan akan sulit bagi GOTO untuk mempertahankan kinerja positifnya akibat inisiatif pemerintah yang kurang menguntungkan perseroan seperti 8% take rate pada ODS dan potensi penurunan fee pada e-commerce," kata Harry.

Sementara itu, prospek PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel juga dinilai menantang. Harry melihat tekanan pada profitabilitas berpotensi berlanjut akibat meningkatnya biaya energi dan sulfur. 

"Kami melihat kinerja perseroan tahun ini cukup challenging, terutama dari sisi profitability margins mengingat biaya energi dan sulfur yang meningkat," ujar Harry.

Pandangan senada juga berlaku untuk PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Harry menjelaskan, ketidakpastian RKAB sektor pertambangan serta kenaikan harga energi bisa membatasi pertumbuhan kinerja perusahaan tersebut.

Di sisi lain, Harry masih melihat peluang positif untuk PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), operator Cinema XXI. Ia memperkirakan kinerja CNMA akan tetap solid pada semester II-2026 berkat kehadiran deretan film blockbuster yang diprediksi meningkatkan jumlah penonton. 

Atas dasar itu, Harry mempertahankan rekomendasi buy untuk saham CNMA dengan target harga Rp 170 per saham.

Berdasarkan data perdagangan hingga Selasa (23/6) pukul 13.30 WIB, saham DOID turun 1,90% ke Rp 206 per saham. Penurunan serupa dialami CNMA dan NCKL yang masing-masing melemah 1,16% ke Rp 85 per saham dan 1,15% ke Rp 860 per saham, sementara saham GOTO tetap bertahan di posisi Rp 50 per saham.

Kesimpulannya, meskipun pencoretan saham dari indeks FTSE Russell berpotensi memicu tekanan jangka pendek akibat penyesuaian portofolio, pergerakan harga saham dalam jangka menengah hingga panjang akan lebih ditentukan oleh prospek fundamental masing-masing emiten.

Terkini