Suku Bunga BI Naik, Deposito Bank Digital Malah Melandai

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:41:01 WIB
Bank Indonesia (BI). (Foto: NET)

JAKARTA – Walaupun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah mengalami peningkatan sebesar 1% hingga menyentuh angka 5,75% sejak awal tahun ini, sejumlah bank digital terpantau masih mempertahankan level suku bunga deposito mereka.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Kontan, dari sepuluh bank digital nasional, belum ada satu pun yang menaikkan suku bunga depositonya sejak akhir tahun lalu. Sebaliknya, beberapa bank digital justru kedapatan memangkas suku bunga deposito mereka.

Beberapa bank yang memilih untuk bertahan adalah Allo Bank dengan bunga deposito di angka 5,5%, Amar Bank di kisaran 7%–9%, Bank Raya di level 4%–6%, Superbank sebesar 6%–7,5%, Hibank di angka 5,75%–6%, Seabank di kisaran 4,25%–6%, serta BCA Digital di level 3,5%–4,75%.

Sementara itu, sisanya terpantau mengalami penurunan. Suku bunga deposito Bank Jago merosot dari angka 5%–6,25% menjadi 5%–6%, Bank Neo Commerce dari kisaran 5%–7,5% menjadi 4,75%–7,25%, dan Krom Bank dari level 7%–8,25% menjadi 6,5%–8%. 

Kendati tidak mengalami kenaikan, posisi suku bunga deposito bank-bank digital ini sebenarnya masih berada jauh di atas tingkat bunga penjaminan (TBP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Setelah BI Rate melesat 1%, LPS baru mengerek TBP untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 0,25% ke angka 3,75%. Walaupun jarak antara TBP dan BI Rate masih terbilang lebar, LPS menganggap langkah kenaikan ini mampu memelihara kredibilitas TBP sebagai standar bunga yang wajar di industri perbankan. 

Ekspektasinya, kenaikan TBP ini bisa mendongkrak efektivitas dari kebijakan program penjaminan simpanan yang dijalankan oleh LPS.

Belum Mau Naikkan Bunga

Berdasarkan catatan Kontan, sejumlah bank digital memang menyatakan belum memiliki rencana untuk menaikkan level bunga deposito mereka pasca-kenaikan BI Rate.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menyatakan bakal mempertahankan suku bunga deposito yang saat ini berlaku sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent. 

Namun, penyesuaian tertentu bakal diambil mengikuti situasi pasar dan dinamika industri. Krom Bank bakal mengobservasi dan menganalisa lebih lanjut dampak kenaikan BI Rate ini.

Setali tiga uang, Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengaku pihaknya menilai tak ada kebutuhan untuk melakukan penyesuaian bunga deposito secara agresif sejauh ini. 

Dalam menentukan arah suku bunga, Allo Bank melakukan pendekatan yang fleksibel dan berbasis kebutuhan bisnis. Jadi, tak sekadar merespons perubahan suku bunga acuan. Dus, kalaupun ada penyesuaian bunga deposito, Destya bilang bakal dilakukan secara bertahap dan selektif berdasarkan tenor atau segmen nasabah.

Di sisi lain, Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengaku pihaknya bakal fokus pada penguatan dana murah melalui inovasi produk digital saving yang dikembangkan.

Terkini