Laba Bersih PTPN IV PalmCo Melonjak 90,3 Persen Jadi Rp7,08 Triliun

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:46:02 WIB
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo yang merupakan sub holding dari PTPN III (Persero) berhasil mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp7,08 triliun pada tahun buku 2025 mengacu pada laporan keuangan yang telah diaudit.

"Nilai tersebut meningkat 90,3 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang sebesar Rp3,72 triliun," kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Laporan kinerja keuangan tersebut dipaparkan secara langsung kepada para pemegang saham saat agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 berlangsung.

Pihak perseroan mengungkapkan bahwa lonjakan laba ini didorong oleh pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), efisiensi di lini operasional, serta efek dari penguatan fundamental bisnis yang sukses memberikan nilai tambah di tengah situasi ekonomi global yang menantang, pasar energi yang bergejolak, dan anomali cuaca sepanjang tahun 2025.

“Alhamdulillah, laba bersih setelah pajak (net profit) tahun 2025 mencapai angka Rp7,08 triliun atau 90,3 persen lebih tinggi jika dibandingkan perolehan tahun lalu yang berada di angka Rp3,72 triliun,” sebut Jatmiko dalam paparannya di Kantor BP BUMN Jakarta.

Di samping terbantu oleh penguatan harga jual rata-rata CPO pada tahun 2025 yang bertengger di level Rp14.223 per kilogram atau tumbuh 10,4 persen dibanding tahun 2024, perusahaan mampu memanfaatkan situasi tersebut dengan menggenjot volume penjualan CPO sekaligus menekan biaya.

“Pengendalian biaya dan peningkatan produksi menjadi tulang punggung perusahaan. Fundamental inilah yang membuat kenaikan harga CPO sebesar 10 persen di tahun 2025 mampu membuahkan lonjakan laba hingga 90 persen di tengah berbagai tantangan,” bebernya.

Semenjak resmi berdiri dalam tiga tahun belakangan, perolehan laba bersih PalmCo terus memperlihatkan tren kenaikan yang signifikan. Setelah mengantongi laba Rp2,53 triliun pada tahun 2023, capaian korporasi merangkak naik menjadi Rp3,72 triliun di tahun 2024, hingga akhirnya melesat ke angka Rp7,08 triliun pada 2025.

Pihak manajemen menyebut keberhasilan ini sebagai level profitabilitas yang paling tinggi sepanjang sejarah masa transformasi korporasi.

Bukan cuma laba bersih, berbagai indikator keuangan utama korporasi juga memperlihatkan tren positif. Nilai EBITDA meroket menjadi Rp13,27 triliun atau tumbuh 46 persen dari posisi Rp9,09 triliun di tahun 2024. Di waktu yang sama, tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) menempati posisi 9,2 persen.

Dari sisi kinerja operasional, PalmCo sukses memproduksi sebanyak 2,70 juta ton CPO di sepanjang tahun 2025. Jumlah produksi tersebut menguat sebesar 7,87 persen dari capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2,49 juta ton.

Kendati demikian, pihak manajemen memandang hasil manis ini bukan akhir dari langkah transformasi yang mereka lakukan. Manajemen menegaskan bakal terus mengevaluasi jalannya operasional, memperkuat manajemen risiko, serta mendongkrak efisiensi demi menjaga keberlanjutan performa bisnis.

"Terimakasih atas dukungan penuh pemegang saham. Apresiasi untuk kerja keras seluruh insan Perseroan. Capaian ini menjadi milestone, tapi bukan garis akhir. Masih banyak ruang untuk terus tumbuh mengoptimalkan kinerja operasi dan finansial agar terus memberikan manfaat maksimal" ujar Jatmiko.

Tidak sekadar mengukir rekor baru di lingkup internal korporasi, PalmCo pun memastikan kemajuan lini bisnis perusahaan berjalan selaras dengan produktivitas maupun tingkat kesejahteraan para petani mitra.

Mengacu pada data dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), PalmCo dinobatkan sebagai korporasi yang paling aktif di skala nasional pada tahun 2025 dengan cakupan pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 6.672 hektare.

Para petani plasma yang berada di bawah binaan korporasi juga sanggup mencatatkan produktivitas yang mumpuni di atas rata-rata standar nasional, yakni mencapai angka 20,18 ton TBS per hektare setiap tahunnya, yang memberi dampak nyata terhadap kenaikan penghasilan petani.

Di sisi lain, PalmCo juga menegaskan komitmennya untuk terus menggulirkan program hilirisasi industri kelapa sawit, termasuk memaksimalkan pengolahan produk turunan kelapa sawit untuk dijadikan bahan baku renewable biogasoline demi memperkuat ketahanan energi di dalam negeri.

“Semoga PalmCo dapat menjalankan dengan baik seluruh amanat yang diembankan pemerintah, berkontribusi maksimal dalam kemandirian pangan dan energi negeri,” katanya.

Terkini