HUT ke-80 Bhayangkara: Prabowo Beri dan Terima Penghargaan

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14:31 WIB
Digelar Berbeda, Serba-serbi HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas [FOTO: NET].

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia atau Polri resmi menginjakkan kakinya ke usia 80 tahun pada Rabu (1/7/2026). Macam-macam dinamika turut mengiringi perjalanan korps Bhayangkara menuju hari lahirnya yang ke-8 dekade ini. 

Contohnya, terkait dengan agenda reformasi di tubuh Polri sebagai imbas dari peristiwa tewasnya pengemudi ojek online Affan Kurniawan akibat mobil rantis Brimob hingga amandemen UU Polri yang sarat akan kontroversi.

Pesta perayaan ulang tahun kali ini pun dilangsungkan berbeda jika disandingkan dengan tahun-tahun terdahulu. Pasalnya di umurnya yang menyentuh angka 80, Polri menyelenggarakan upacara ulang tahunnya di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor. Padahal, biasanya hari jadi Polri dirayakan di Jakarta.

Sementara itu, dari segi konsep rangkaian acara perayaan hari jadi kepolisian ini relatif identik dari tahun ke tahun. Misalnya, tersedia upacara parade, defile, sampai atraksi dari para personel kepolisian mulai dari simulasi penangkapan kriminal hingga aksi terjun payung. 

Pastinya, pertunjukan itu pun senantiasa mengagumkan para peserta yang datang tidak terkecuali Presiden RI yang kerap kali didapuk selaku inspektur upacara HUT Bhayangkara. Di samping itu, publik pun turut meramaikan hari lahir Polri ini lantaran panggung hiburan disajikan selepas rangkaian upacara rampung.

Mereka yang Hadir

Mengacu pada pengamatan Bisnis di area, agenda ulang tahun ini dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto beserta wakilnya Gibran Rakabuming Raka. Selanjutnya, para pemimpin negara terdahulu pun ikut hadir dalam acara ini. Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) misalnya.

Momen perjumpaan Prabowo pada perayaan hari jadi Polri ini sempat mengundang sorotan publik. Pasalnya, Prabowo lebih dahulu melayangkan salam hormat kepada Jokowi. Gestur itu dibalas lewat penghormatan sejenis sebelum keduanya saling berjabat tangan.

Bukan hanya itu, turut hadir pula Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla, keluarga Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid yakni Sinta Nuriyah Wahid yang datang bersama Yenny Wahid.

Kemudian, jajaran Kabinet Merah Putih pembantu Prabowo mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menag Nasaruddin Umar, Menkopolkam Djamari Chaniago, Wamenkum HAM Imipas Otto Hasibuan, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman. 

Berikutnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Ketua MA Sunarto sampai Ketum Partai Nasdem pun nampak dalam agenda ini.

Prabowo Beri dan Dapat Penghargaan

Dalam agenda HUT ke-80 Bhayangkara, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan tanda kehormatan kepada enam personel Polri serta kenaikan pangkat istimewa untuk tiga purnawirawan Polri.

Enam personel Polri yang memperoleh tanda kehormatan yaitu Widyaiswara Kepolisian Madya TK III Kombes Pol Prasetiyo Adhi Wibowo, Karoops Polda Sulawesi Barat Kombes Pol Imam Rifai, Kasiwas Polresta Manokwari Polda Papua Barat AKP Nengsi Marline Waromy, Kaurmintu Subbagrenmin Rolog Polda Papua AKP Ivone A.

 Rorongpangalo, personel Subsi Protokol Si Yanma Satlat Brimob Korbrimob Polri Aiptu Wawan Setiyawan, serta Bamin Urmin Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya Aiptu Irwan Setiyono.

Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) Mayjen TNI Wahyu Yudhayana memaparkan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya diserahkan lantaran keenam anggota Polri tersebut dipandang berjasa untuk kemajuan serta pengembangan institusi kepolisian.

Selanjutnya, Prabowo pun menyerahkan kenaikan pangkat secara istimewa kepada tiga purnawirawan Polri atas jasa mereka untuk bangsa dan negara. 

Ketiga purnawirawan itu yakni Ketua MPR RI periode 2013–2014 Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, Ketua KPK periode 2015 Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara periode 2004–2009 Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi.

Di samping itu, Prabowo turut menganugerahkan penghargaan Nugraha Sakanti kepada dua Satker Polri yakni Divkum dan Puskeu Polri. 

Selain itu, 10 Polda mulai dari Polda Metro Jaya, Polda Banten, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Jawa Barat, Polda Sumatera Utara, Polda Riau, Polda Lampung, Polda Kalimantan Tengah, dan Polda NTB memenangi penghargaan ini.

Bukan hanya itu, Prabowo pun dianugerahi medali Kehormatan Loka Praja Samrakshana. Medali Loka Praja Samrakshana ialah wujud apresiasi yang bisa diartikan selaku perlindungan bagi masyarakat dan bangsa. Secara khusus, medali tersebut dihadiahkan untuk Prabowo atas jasanya bagi kemajuan Polri.

Terkini