Studi: Duduk Terlalu Lama Picu Risiko Kematian akibat Kanker

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:40:32 WIB
Duduk Lebih dari 30 Menit Tingkatkan Risiko Kematian Dini [FOTO: NET].

JAKARTA - Aktivitas duduk terlampau lama di depan meja kerja ataupun tatkala rileks di rumah acap kali tidak disadari konsekuensi fatalnya bagi kesehatan jangka panjang. 

Sebuah penelitian medis teranyar memperingatkan bahwa duduk melampaui 30 menit secara nonstop terbukti dapat memicu kenaikan risiko kematian dipicu oleh kanker.

"Kabar baiknya, memecah waktu duduk dengan hal sesederhana jalan kaki singkat bisa menjadi pelindung," ungkap penulis utama studi dari University of Glasgow, Skotlandia itu, Dr. Frederick Ho, seperti disadur The Guardian, Jumat (3/7/2026).

Menyisipkan waktu duduk dengan rangkaian aktivitas fisik ringan, kendati cuma sekadar berjalan-jalan di sekeliling wilayah kantor, terbukti amat berkhasiat dalam memelihara kesehatan raga.

Bahaya duduk terlalu lama dan solusi mencegahnya

Ancaman di balik kurang gerak

Data medis yang dirilis dalam jurnal Plos Medicine ini secara spesifik menyoroti dampak negatif dari pola hidup pasif alias mager. Selama bertahun-tahun, rutinitas malas bergerak dan rebahan memang sudah diasosiasikan dengan lonjakan risiko gangguan kardiovaskular serta pelbagai varian kanker tertentu. 

Kendati demikian, para pakar menyadari belum banyak publik paham bagaimana akumulasi durasi duduk nonstop berdampak langsung pada angka harapan hidup.

Demi mendapati konklusi tersebut, tim pakar mencermati timbunan data dari gawai pemantau kebugaran yang senantiasa diaplikasikan oleh lebih dari 91.000 partisipan riset UK Biobank. Seluruh peserta ini dipantau secara kontinu kondisi kesehatan serta kebiasaan fisiknya selama estimasi rata-rata 12 tahun lamanya.

Temuan dari pemantauan jangka panjang tersebut terbilang mencemaskan. Tidak aktif bergerak selama melampaui 30 menit secara beruntun rupanya mempunyai korelasi kuat dengan timbulnya risiko kematian dipicu kanker. 

Lebih buruknya lagi, tiap suplemen satu jam durasi diam tak bergerak ini, dipercaya sanggup menstimulasi kenaikan risiko kematian akibat penyakit tersebut hingga menyentuh angka 10 persen.

Bergerak ringan sebagai penyelamat

Untungnya, bayang-bayang risiko itu bukanlah sesuatu yang tidak dapat diubah. Tim peneliti memvalidasi bahwa mengonversi kebiasaan bermalas-malasan dengan rutin menggerakkan raga dapat mereduksi risiko tersebut secara efektif. Kabar baiknya, Anda tidak harus membebani diri dengan agenda olahraga berjam-jam.

Beraneka aktivitas domestik sehari-hari yang kerap kali dipandang sebelah mata rupanya mendatangkan faedah. Mengganti satu jam waktu santai dengan aktivitas fisik ringan, semisal menyapu lantai atau berjalan kaki tatkala rehat makan siang, terbukti menekan risiko kematian dipicu kanker sampai 12 persen.

Apabila Anda tengah merasa cukup prima, cobalah beralih ke aktivitas berintensitas medium, contohnya bersepeda ataupun jogging santai. Rutin meluangkan waktu selama 30 menit tiap hari untuk berolahraga ringan, terbukti selaras dengan laju penurunan risiko sebesar 8 persen.

"Panduan kesehatan saat ini memang sangat berfokus pada olahraga sedang hingga berat, tapi temuan kami membuktikan bahwa gerakan ringan pun pantang diabaikan," kata Ho.

Lebih jauh lagi, mengganti lima menit waktu duduk dengan sesi aktivitas fisik yang menguras banyak energi ternyata sanggup meredam risiko ini secara signifikan hingga 22 persen.

Meski menyuguhkan data medis yang sangat stimulatif, tim peneliti mengakui bahwa riset yang mereka laksanakan belum sepenuhnya tanpa cela. Keliru satu limitasi terbesarnya ialah para ilmuwan ini sebatas melakukan evaluasi analitis murni dari sebuah riset yang bersifat observasional semata. 

Metode pemantauan berbasis data historis ini tentu belum cukup kuat untuk memvalidasi adanya korelasi sebab-akibat yang nyata dan mutlak. Uji coba klinis berkelanjutan masih diperlukan demi memastikan keampuhannya.

"Ke depannya, uji klinis akan membantu kami membuat strategi yang lebih personal untuk menyelingi waktu duduk, bukan lagi sekadar saran umum," sambung dia.

Terkini