Mengenal PT Infra Fiber Teknologi, Pengelola 86.000 Km Kabel Optik

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:30:31 WIB
Ilustrasi - PT Infra Fiber Teknologi, Pengelola 86.000 Km Kabel Optik. (Foto: NET)

JAKARTA — Proses konsolidasi serta maksimalisasi aset jaringan digital domestik kini memulai babak baru lewat peluncuran PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Perusahaan ini beroperasi sebagai platform infrastruktur serat optik mandiri yang terbentuk dari kemitraan strategis antara PT Indosat Tbk (ISAT) dengan Arsari Group besutan Aryo Djojohadikusumo. 

Badan usaha patungan yang diumumkan pada awal Juli 2026 ini dipersiapkan guna memperkokoh jaringan utama konektivitas di tanah air sekaligus memenuhi lonjakan permintaan data berskala masif untuk menyokong kesiapan ekosistem kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Melalui optimalisasi aset kabel optik dalam skala besar yang dialihkan dari divisi bisnis Indosat beserta entitas anak usahanya, perusahaan kongsi ini ditargetkan mampu mempercepat pemerataan digitalisasi melalui penyediaan kapasitas jaringan grosir (wholesale) yang netral bagi seluruh pelaku industri teknologi dan telekomunikasi di dalam negeri.

Kemunculan korporasi anyar hasil kerja sama perusahaan telekomunikasi raksasa dan grup bisnis terkemuka ini menghadirkan strategi baru demi efisiensi industri digital nasional. Komposisi modal serta aset yang kuat menempatkan entitas berdikari ini sebagai penyedia jalur utama pergerakan data interkoneksi antarpulau maupun wilayah metropolitan.

Berikut merupakan 7 fakta menarik dari PT Infra Fiber Teknologi:

1. Sinergi Strategis Dua Kekuatan Bisnis

PT Infra Fiber Teknologi bukan sekadar penyedia kabel digital biasa, melainkan sebuah platform infrastruktur serat optik independen yang terbentuk dari penggabungan strategis antara PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) dengan Arsari Group. 

Aksi korporasi ini memadukan keahlian teknologi komunikasi milik operator seluler papan atas dengan kekuatan jaringan bisnis investasi domestik yang kokoh guna mengawal transformasi digital di tanah air.

2. Mempunyai Modal Aset Awal yang Sangat Besar

Perusahaan patungan ini langsung memegang otoritas operasional atas aset serat optik yang sangat luas sejak awal peluncurannya. 

Kemampuan tersebut didapatkan lewat mekanisme pengalihan (inbreng) aset serat optik kepunyaan Indosat serta anak usahanya, PT Indosat Tbk (Lintasarta). Penyatuan aset hulu ini modal utama bagi perusahaan berupa infrastruktur yang matang untuk langsung bersaing di pasar grosir konektivitas pita lebar.

3. Mengontrol Lebih dari 86.000 Kilometer Jaringan

Bentangan kabel yang berada di bawah kendali operasional entitas baru ini memiliki skala yang sangat masif di tingkat regional. PT Infra Fiber Teknologi tercatat mengoperasikan total panjang jaringan kabel serat optik yang menyentuh lebih dari 86.000 kilometer. Infrastruktur ini tersebar luas menjangkau daratan dan perairan di seluruh wilayah nusantara.

4. Infrastruktur Terpadu di Berbagai Medan

Topologi jaringan yang dioperasikan oleh perusahaan dikembangkan secara terintegrasi guna mengakomodasi bermacam kebutuhan transfer data. 

Jangkauan masif tersebut meliputi jaringan kabel bawah laut domestik (Domestic Subsea Fiber Optic) untuk menghubungkan pulau-pulau besar, jaringan tulang punggung nasional (backbone), hingga jalur akses metropolitan serta non-metropolitan.

5. Prioritas pada Kawasan Minim Layanan dan Kesiapan AI

Rencana ekspansi ke depan difokuskan guna mempercepat penyediaan infrastruktur digital di daerah-daerah yang saat ini masih minim jaringan (underserved) demi mewujudkan keadilan akses informasi. 

Di samping itu, pendirian entitas ini ditujukan untuk memperkuat jaringan utama telekomunikasi nasional dalam menyambut era komputasi modern serta penerapan ekosistem berbasis kecerdasan buatan (AI) di sektor industri maupun instansi pemerintahan.

6. Skema Bisnis Akses Terbuka yang Netral

Sistem bisnis yang diterapkan oleh perusahaan menggunakan konsep akses terbuka (open-access). Perusahaan memposisikan diri sebagai penyedia kapasitas grosir (wholesale) secara netral dan mandiri. 

Layanan ini disediakan untuk para operator telekomunikasi seluler, Penyedia Jasa Internet (ISP), pengelola pusat data (data center), perusahaan hyperscaler, korporasi multinasional, hingga lembaga pemerintahan.

Tiga pilar layanan utama yang ditawarkan meliputi Submarine Fiber untuk konektivitas antarpulau, Inland Terrestrial Fiber berupa solusi kabel darat dengan topologi dinamis, serta Fiber Access (FTTX) guna menyalurkan konektivitas langsung ke hunian (Fiber to the Home), gedung perkantoran (Fiber to the Office), dan kawasan industri (Fiber to the Building).

7. Memegang Teguh Empat Nilai Utama Perusahaan

Dalam mengoperasikan kemampuan bisnisnya demi membangun ekosistem digital yang berkelanjutan, jajaran manajemen memegang teguh empat pilar nilai utama perusahaan. 

Empat nilai tersebut meliputi Reliability (Keandalan) untuk memastikan stabilitas jaringan berstandar global, Scalability (Skalabilitas) dengan arsitektur jaringan yang adaptif mengikuti perkembangan data, Security (Keamanan) untuk melindungi lalu lintas data konsumen, serta Partnership (Kemitraan) yang mengutamakan kolaborasi jangka panjang bersama seluruh pelaku industri digital. 

Ekosistem ini diharapkan dapat membangun atmosfer persaingan usaha yang lebih sehat dan integratif bagi masa depan teknologi informasi Indonesia.

Terkini