Diplomasi Kuliner, UMKM Boyong Rendang ke Festival Sarawak

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:36:32 WIB
Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Foto: NET)

JAKARTA – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Indonesia memperkenalkan kelezatan kuliner rendang dari Sumatera Barat serta kopi nusantara dalam festival Taste of Borneo Cultural Carnival (TOBC) 4.0. Acara ini diselenggarakan pada 2–12 Juli 2026 di Miri, Sarawak, Malaysia.

Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM bersama delegasi seni budaya nasional memperoleh dukungan penuh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching. 

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memperkokoh diplomasi ekonomi dan budaya Indonesia, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk UMKM domestik di wilayah Borneo.

Berdasarkan keterangan resmi KJRI Kuching yang diterima di Kuala Lumpur pada hari Sabtu, keterlibatan Indonesia ini terwujud berkat kolaborasi antara KJRI Kuching dengan Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (GEBU Minang), serta koordinasi bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Sumatera Barat.

Sebanyak tujuh pelaku usaha dari Sumatera Barat memamerkan kurang lebih 250 kilogram produk andalan. Produk yang dibawa meliputi rendang, hidangan olahan khas Minangkabau, kopi, rempah-rempah, kain wastra, hingga kerajinan tangan yang menggambarkan kekayaan kultur Indonesia.

Selain mempromosikan produk-produk unggulan, Indonesia turut menyuguhkan pentas seni budaya lewat Sanggar Tari Rumah Pintar Panyakalan dari Solok. Sanggar ini mementaskan beragam tarian tradisional Minangkabau sepanjang festival berlangsung.

Hadirnya produk ekonomi kreatif serta pertunjukan seni ini menjadi instrumen untuk mendekatkan kekayaan budaya Indonesia kepada warga Sarawak maupun pelancong mancanegara.

Pada seremoni pembukaan TOBC 4.0, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Sarawak dan pihak panitia atas terlaksananya festival ini. Menurutnya, ajang ini menjadi tempat untuk mempererat tali persaudaraan, saling memahami, dan membangun kerja sama antarwarga di kawasan Borneo.

"Taste of Borneo bukan sekadar festival kuliner, tetapi juga merupakan perayaan atas keberagaman budaya, tradisi, dan nilai-nilai bersama yang mempererat hubungan antarmasyarakat lintas negara," kata Konjen Abdullah Zulkifli.

Festival ini pun dipandang sebagai sarana efektif untuk mengekspos potensi wisata, seni budaya, serta produk-produk terbaik Indonesia ke kancah internasional.

Pada momentum itu, Konjen RI turut memperkenalkan Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia yang menyimpan pesona alam indah, keunikan budaya Minangkabau, dan kuliner yang telah mendunia seperti Rendang. 

Konjen RI pun mengajak warga Sarawak beserta komunitas global untuk bertandang ke Sumatera Barat demi merasakan langsung warisan budaya, kuliner, serta kehangatan masyarakat Indonesia.

Ketua Umum DPP GEBU Minang, Oesman Sapta Odang, dalam pidato tertulisnya menyatakan bahwa keikutsertaan dalam TOBC 4.0 merupakan wujud sumbangsih GEBU Minang dalam mendorong pemberdayaan UMKM sekaligus mengenalkan kebudayaan Minangkabau kepada masyarakat dunia.

Di sisi lain, Ketua Delegasi GEBU Minang, Liza Mustafa Abubakar, menaruh harapan agar keterlibatan dalam festival ini mampu menciptakan peluang ekspor, memperluas jaringan bisnis, memikat investasi, serta mendongkrak angka kunjungan turis asing ke Sumatera Barat.

Gelaran TOBC 4.0 ini diramaikan oleh partisipan dari Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, dan Tiongkok, menjadikannya salah satu festival kebudayaan dan kuliner terbesar di wilayah Sarawak.

Melalui partisipasi Indonesia di ajang tersebut, KJRI Kuching berharap dapat memicu lebih banyak kolaborasi pada sektor perdagangan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga kebudayaan antara Indonesia dan Sarawak. 

Keterlibatan Indonesia di TOBC 4.0 ini pun merefleksikan komitmen nyata KJRI Kuching untuk terus memaksimalkan diplomasi budaya dan ekonomi kreatif sebagai alat penguat hubungan people-to-people antara Indonesia dan Malaysia, sekaligus mengatrol daya saing produk UMKM Indonesia di kancah global.

Terkini