Kemenekraf & APPMI Pacu Fesyen Nasional Jadi Penggerak Ekonomi

Senin, 06 Juli 2026 | 22:35:31 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) guna mendorong kontribusi industri fesyen tanah air sebagai motor penggerak perekonomian lewat pelaksanaan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai bahwa momentum dari ajang ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membuka akses pasar global bagi produk-produk potensial yang mampu menghasilkan devisa ekspor.

"Dengan menyatukan program fasilitasi kementerian dan jejaring industri yang dimiliki IFW, kami bisa mempercepat inkubasi desainer lokal, standardisasi kualitas produk, hingga memetakan potensi ekspor fesyen kami ke negara-negara tujuan strategis," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, Senin (6/7/2026).

Riefky menjelaskan bahwa sektor fesyen telah membuktikan perannya sebagai pilar utama dalam ekonomi kreatif, dengan sumbangsih mencapai 14,77 persen terhadap PDB ekonomi kreatif di tahun 2025. 

Di samping mendominasi pasar dalam negeri, subsektor fesyen juga merajai pasar global dengan menyumbang hingga 58,55 persen dari seluruh total ekspor ekonomi kreatif sepanjang periode Januari–April 2026.

Pihak Kementerian Ekraf menilai pelaksanaan IFW 2026 sebagai momen yang sangat penting untuk memperkukuh rantai pasok sekaligus menghitung dampak ekonomi riil pada subsektor fesyen tanah air. 

Fokus penguatan tersebut merujuk pada pencapaian IFW tahun sebelumnya yang sukses menggandeng lebih dari 200 jenama dan perancang busana, melibatkan 4.000 pekerja kreatif, menarik hingga 34.000 pengunjung, serta mencatat kenaikan transaksi digital sebesar 50 persen.

"Kementerian Ekraf akan mendukung penguatan kapasitas UMKM fesyen yang terlibat, sekaligus memperluas promosi demi menyukseskan acara ini. Bagaimanapun, fesyen bukan sekadar tren, melainkan pilar penting ekonomi kreatif nasional yang siap mendunia," ujar Riefky.

Agenda IFW 2026 rencananya bakal digelar mulai 29 Juli sampai 2 Agustus 2026 di JICC Senayan. Tahun ini, tema yang diangkat adalah 'Ulos Simetria', yang menjadikan kekayaan wastra, budaya, serta kreativitas khas Sumatra Utara sebagai sumber inspirasi utama. 

Ajang tahunan ini menjadi wadah pertemuan bagi seluruh ekosistem di industri mode, mulai dari perancang busana, kalangan akademisi, pembuat aksesori, hingga para investor dan pembeli. 

Acara yang diprakarsai oleh APPMI ini berkomitmen menyediakan ruang untuk pameran dagang, business matching, forum industri, hingga peragaan busana yang mengangkat kebudayaan Nusantara.

"Kami siap berjalan beriringan bersama kementerian untuk memperluas promosi produk kreatif dan membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat internasional," ungkap Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono.

Terkini