Sulit Konsisten Olahraga? Ini Tips Jitu Membangun Motivasi

Selasa, 07 Juli 2026 | 02:32:32 WIB
3 Cara Ampuh Membangun Motivasi Olahraga agar Konsisten [FOTO: NET].

JAKARTA - Memantik ketertarikan untuk berolahraga secara rutin sejatinya memang bukan perkara yang mudah dilakukan. Terlebih lagi, dengan melimpahnya kiat-kiat kesehatan yang berseliweran di jagat lini masa media sosial. Kadang kala, rupa-rupa petunjuk tersebut malah memicu rasa bingung.

Pada dasarnya, memupuk serta merawat gairah berolahraga tidaklah serumit yang dibayangkan. “Ini semua tentang menemukan 'alasan besar' untuk menjadi lebih bugar dan lebih sehat dalam jangka panjang," ujar ahli fisiologi olahraga dan pelatih kekuatan serta pengondisian bersertifikat, Sharon Gam, PhD, CSCS, dilansir dari Shape Magazine, Selasa (7/7/2026).

3 cara ampuh membangun motivasi olahraga

1. Temukan "alasan besar" Cobalah memproyeksikan potret gaya hidup yang hendak kamu lalui pada belasan atau puluhan tahun yang akan datang. Renungkan dalam hati, bagaimana bentuk kebiasaan sehat saat ini dapat menopang tercapainya impian masa depan tersebut. 

Apakah itu berupa hasrat untuk mendaki gunung bersama pasangan, merancang hunian idaman, atau sekadar beraktivitas menemani cucu, olahraga yang dilakukan secara konsisten bakal memperkuat ketahanan tubuh dan volume kapasitas jantung yang diperlukan.

"Olahraga teratur memiliki sejumlah manfaat kesehatan, termasuk pemeliharaan berat badan, tekanan darah rendah, manajemen stres, peningkatan kesehatan kardiovaskular, dan suasana hati yang lebih baik," jelas praktisi kesehatan integratif Katherine Williams, CPT.

2. Susun target terencana dengan metode "SMART" Pasca-menetapkan impian jangka panjang, langkah selanjutnya yakni merancang resolusi jangka pendek. Menyangkut perihal ini, Gam mengutarakan, poin tersebut merupakan target yang ingin diraih dalam kurun waktu tertentu. Target dimaksud dapat berwujud reduksi berat badan, penguatan tenaga fisik, hingga intensitas kunjungan ke tempat kebugaran.

Psikoterapis berlisensi dan pelatih pola pikir, Rebecca Capps, LMFT, menitikberatkan pada bentuk formulasi yang lebih tertata. "Daripada sekadar menulis tujuan, kamu sebaiknya menulis sesuatu yang disebut tujuan SMART," paparnya.

Konsep tersebut menitikberatkan agar target personal sanggup memenuhi lima indikator berikut:

Spesifik (Specific) Rancanglah target yang terperinci serta fokus. Tujuan mesti dirumuskan secara gamblang dan tegas, tanpa menyisakan ruang bagi keraguan.

Terukur (Measured) Pastikan capaian tersebut dapat ditakar memakai indikator angka yang riil, semisal takaran kilogram maupun kalkulasi hari. "Tujuan harus mencakup kriteria yang memungkinkanmu melacak kemajuan atau kepatuhanmu terhadap tujuan tersebut," kata Capps.

Dapat dicapai (Achievable) Formulasikan target yang masuk akal sekaligus realistis untuk digapai agar kamu tidak gampang merasa patah arang di tengah jalan. Capps mengatakan, menetapkan tujuan yang tidak dapat dicapai dapat menyebabkan frustaasi.

Relevan (Relevant) Pastikan resolusi jangka pendek yang kamu rumuskan memiliki keterkaitan erat serta selaras dengan maksud utama di masa awal. "Kamu harus memastikan bahwa tujuan saat ini relevan dengan misimu secara keseluruhan," tegas Capps.

Terikat Waktu (Time-bound) Tetapkan batas waktu pencapaian yang gamblang agar kamu kian terpacu untuk menuntaskannya. Capps mengatakan, menambahkan tenggat waktu ke dalam tujuan membuatnya lebih nyata dan memberikan rasa akuntabilitas.

3. Lakukan olahraga yang kamu sukai Masyarakat yang disiplin berolahraga pada umumnya telah menemukan rumpun latihan yang mampu mereka nikmati. Faktanya, aspek konsistensi tidak melulu dipicu oleh luapan motivasi yang menggebu-gebu.

“Dibutuhkan kemauan dan energi mental yang luar biasa untuk memaksa diri melakukan sesuatu yang kamu benci," kata Gam.

Pada akhirnya, memaksakan kehendak diri hanya akan memicu rasa penat lalu berujung menyerah. Kebalikannya, membiasakan hal yang disenangi bakal terasa jauh lebih ringan. Oleh sebab itu, lakukanlah eksperimen sampai menemukan ragam aktivitas fisik yang dirasa cocok. Kamu dapat menjajal program kelas percobaan di aneka pusat kebugaran, menyimak panduan video olahraga di jagat internet, atau ikut serta dalam rutinitas olahraga bersama lingkaran pertemanan.

Selepas menikmati ritme olahraga tersebut, kamu dapat menyisipkan porsi latihan kekuatan, fleksibilitas, atau latihan kardio secara bertahap. "Kamu mungkin tidak menikmati setiap bagian dari olahraga yang kamu tambahkan, tetapi jika bisa mengenali satu atau dua hal yang kamu nikmati, kamu akan lebih mungkin untuk terus melakukannya," pungkas dia.

Terkini