Scaloni Sebut Piala Dunia 2026 Edisi Tersulit Tanpa Tim Favorit

Selasa, 07 Juli 2026 | 06:18:01 WIB
Lionel Scaloni selaku pelatih kepala timnas Argentina. (Foto: NET)

JAKARTA – Lionel Scaloni selaku pelatih kepala timnas Argentina berpendapat bahwa Piala Dunia 2026 menjadi salah satu turnamen paling berat sepanjang sejarah. Hal ini dikarenakan tidak ada lagi tim yang tampil benar-benar dominan seperti pada edisi-edisi terdahulu. 

Menjelang laga kontra Timnas Mesir di babak 16 besar, Scaloni menyebutkan bahwa seluruh kontestan menghadapi situasi sulit, termasuk Argentina yang hampir saja terdepak ketika bersua Cape Verde. 

Menurut pandangannya, keadaan ini membuat perebutan takhta juara menjadi jauh lebih terbuka.

"Saya pikir Piala Dunia ini sangat sulit bagi semua tim. Rasanya tidak ada favorit yang benar-benar menonjol," ujar Scaloni dalam konferensi pers, Senin (6/7/2026) waktu setempat, dikutip dari Reuters.

Ia memaparkan bahwa sebelum kompetisi dimulai, ada banyak tim yang digadang-gadang bakal tampil mendominasi. Namun, realitas di lapangan ternyata berbicara lain.

"Tidak ada tim nasional yang, seperti yang kami lihat sebelum Piala Dunia, benar-benar menjadi favorit yang jelas. Kondisinya juga sangat berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya," kata Scaloni.

Menurut Scaloni, salah satu aspek yang memicu penurunan kualitas performa dari sejumlah tim ialah padatnya jadwal pertandingan yang mesti dilewati para pemain sebelum berlaga di Piala Dunia. Ia mengamati banyak pemain yang tiba di turnamen dengan kondisi fisik yang telah terkuras habis.

"Saya memahami sebagian besar pemain sudah menjalani sangat banyak pertandingan. Kaki mereka sudah lelah. Itulah sebabnya level permainan mungkin tidak seperti yang biasa kami lihat," jelas dia.

Pelatih yang kini menginjak usia 48 tahun tersebut turut menyoroti elemen lain yang ikut memengaruhi mutu pertandingan, mulai dari perjalanan berpindah kota, cuaca yang panas, hingga persoalan kondisi lapangan.

"Piala Dunia ini sulit. Perjalanan, cuaca panas, lapangan, rumput, kadang bola tidak bergerak dengan baik. Ada banyak faktor yang membuat tim sulit benar-benar menunjukkan superioritasnya," ujarnya.

Walaupun menganggap mutu permainan dari banyak tim mengalami penurunan, Scaloni menyatakan dirinya tetap puas terhadap pencapaian Argentina hingga saat ini. La Albiceleste memang sukses menyapu bersih kemenangan pada empat laga awal mereka di Piala Dunia 2026. 

Kendati demikian, di babak 32 besar lalu langkah mereka sempat dipersulit oleh Cape Verde sebelum akhirnya meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2 lewat babak perpanjangan waktu.

"Kami memenangkan empat pertandingan dan saya pikir itu alasan untuk merasa puas. Selalu ada hal yang bisa diperbaiki, bahkan ketika Anda menang," kata Scaloni.

Ia memandang bahwa hasil positif atas Cape Verde menjadi bukti sahih dari ketangguhan karakter yang dipunyai oleh skuad Argentina. Ketika permainan tidak mampu mengalir sesuai dengan strategi yang direncanakan, menurut Scaloni, faktor mentalitas yang akan menjadi pembeda utama.

"Dalam sebuah pertandingan, ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan atau lawan membuat Anda kesulitan, Anda harus mengandalkan semangat juang, intensitas, dan karakter yang sudah menjadi DNA kami. Tim ini memiliki semua itu," ucap dia.

"Kami mungkin bermain lebih baik atau lebih buruk dalam suatu pertandingan, tetapi ketika Anda tidak bisa bermain bagus, Anda harus mengandalkan karakter. Jika tidak, Anda akan tersingkir".

"Saya yakin, jika kami tidak menunjukkan karakter pada pertandingan terakhir, kami sudah tersingkir," ujar Scaloni.

Pernyataan dari Scaloni tersebut selaras dengan kenyataan di lapangan. Sejumlah tim besar memang mesti melalui jalan yang terjal di Piala Dunia 2026. Prancis harus bersusah payah menang lewat gol tunggal penalti Kylian Mbappe saat melawan Paraguay di babak 16 besar. 

Selanjutnya, Spanyol baru bisa mengunci kemenangan atas Portugal berkat gol Mikel Merino di masa injury time, sementara Brasil dan Jerman justru sudah lebih dahulu angkat koper dari turnamen.

Terkini