Strategi Kemenpar Dongkrak Turis Lewat Promosi dan Event KEN

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:31:31 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pariwisata secara konsisten meningkatkan upaya promosi wisata baik di kancah domestik maupun internasional, sekaligus mempererat koordinasi dengan seluruh elemen dalam ekosistem pariwisata.

"Promosi ini penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara terus terjaga,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Widiyanti menjelaskan bahwa akselerasi promosi pariwisata dijalankan lewat beragam program seperti sales mission, business matching, business gathering, forum, hingga pameran berskala internasional.

Demi mendatangkan lebih banyak pelancong asing, sepanjang Mei hingga Juni 2026, Kementerian Pariwisata ikut serta dalam serangkaian agenda promosi di beberapa negara target, meliputi Tiongkok, Korea Selatan, India, dan Malaysia.

Di samping itu, program promosi pariwisata domestik juga terus digencarkan demi memacu pergerakan wisatawan nusantara.

Lewat lini aktivitas tersebut, tercatat adanya potensi perjalanan hingga 36.807 pax, potensi nilai transaksi mencapai Rp7,27 miliar, serta peluang raihan devisa yang menyentuh angka Rp559,48 miliar.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengimbuhkan bahwa sebagai instrumen krusial di sektor pariwisata, pelaksanaan agenda dari berbagai daerah yang mampu menstimulasi ekonomi lokal kini semakin diperkokoh lewat Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.

Pada tahun ini, Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh terhadap 125 agenda daerah pilihan yang tersebar di 38 provinsi.

Hingga tanggal 30 Juni 2026, tercatat 36 agenda telah rampung diselenggarakan, dua agenda tengah berjalan, sedangkan 87 agenda lainnya siap digelar hingga penghujung tahun 2026.

Dari 36 agenda yang telah selesai tersebut, sebanyak 23 di antaranya telah melalui proses evaluasi dampak ekonomi, dengan catatan kunjungan mencapai 1,34 juta orang dan nilai transaksi ekonomi langsung sebesar Rp90,53 miliar.

Penyelenggaraan rangkaian agenda tersebut juga berhasil merangkul 10,61 ribu UMKM serta 23,59 ribu pelaku seni, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi 20,27 ribu tenaga kerja.

“Momentum penyelenggaraan KEN yang banyak berlangsung pada musim liburan menjadi penting karena mampu menggerakkan perjalanan wisatawan, meningkatkan eksposur destinasi, dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat di daerah,” kata Ni Luh.

Lebih lanjut, sepanjang Juni 2026, Kemenpar terus mengintensifkan sinergi dengan berbagai kementerian serta lembaga terkait.

Kementerian Pariwisata melangsungkan koordinasi lintas sektor lewat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang berfokus pada Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan.

Ada tiga poin arahan utama yang menjadi fokus tindak lanjut bagi Kementerian Pariwisata, yaitu mempercepat jalannya pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan (Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo) secara terpadu bersama pembangunan wilayah, bandar udara, dan konektivitas penerbangan.

Poin kedua yakni memperkokoh langkah promosi serta menyusun pola perjalanan wisata yang terintegrasi. 

Poin ketiga yaitu menyelaraskan dukungan dana, pembukaan jalur penerbangan internasional, sekaligus menyatukan visi pemerintah daerah dengan pengelola bandara demi memajukan empat Destinasi Pariwisata Prioritas Percepatan tersebut.

Untuk menyambut datangnya musim libur sekolah, telah dikeluarkan pula Surat Edaran Menteri Pariwisata terkait Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan.

Kementerian Pariwisata juga memfasilitasi jalannya Rapat Koordinasi Nasional yang dihadiri oleh para Kepala Dinas Pariwisata atau delegasi pemerintah daerah dari seluruh penjuru Indonesia.

Melalui pertemuan tersebut, pemerintah daerah serta pihak pengelola destinasi diimbau untuk memperbarui serta memvalidasi data titik wisata rawan bencana secara berkala demi mewujudkan manajemen risiko yang lebih optimal. 

Hingga tanggal 25 Mei 2026, tercatat sebanyak 5.145 daya tarik wisata di 36 provinsi telah dipetakan status kerawanannya.

Selain itu, sebanyak 139 titik destinasi telah dipantau secara langsung oleh Menteri Pariwisata bersama jajarannya guna memastikan totalitas kesiapan dari segi keamanan, keselamatan, hingga aspek pelayanan sepanjang musim liburan.

Terkini