Kades yang Studi ke China Diminta Jadi Kiblat Pembangunan Desa

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12:31 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan bahwa 25 kepala desa yang mengikuti kegiatan studi ke China wajib menerapkan berbagai praktik baik yang diperoleh selama kunjungan tersebut, guna menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di tanah air.

"Saya berharap Bapak Ibu jadi kiblat bagi desa-desa yang gak berangkat. Dan selama di sana sudah punya rencana, nanti kalau pulang saya mau bikin ini misalnya. Kami ada program SEHATI, swasembada ekonomi hijau. Nah tadi banyak tuh cakupannya ekonomi hijau itu. Bisa untuk kawasan industri, bisa trading carbon," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Yandri juga mengimbau kepada seluruh kepala desa yang diutus untuk belajar secara bersungguh-sungguh guna memperluas pengetahuan mereka. 

Hal ini penting agar mereka dapat menyerap praktik-praktik terbaik dari desa-desa di China dan menjadikannya sebagai percontohan bagi kemajuan pembangunan desa di tanah air.

Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi bekal berharga yang mampu membangkitkan visi kepemimpinan, mendukung jalannya program desa yang lebih efisien, serta memicu transformasi nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Indonesia.

Selama berada di China, ia menambahkan bahwa para kepala desa bisa menyaksikan secara langsung keberhasilan negara tersebut dalam memajukan wilayah pedesaan lewat kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah desa, dan pemanfaatan teknologi modern.

"Saya berharap teman-teman ini sudah punya program, nanti kalau proposalnya bagus ke Kemendes, kita bantu desanya Bapak Ibu. Biar nanti ada hasilnya," ucapnya.

Menurut pandangannya, studi tiru ini juga sangat bermanfaat bagi para kepala desa dalam mendalami tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) secara modern, mulai dari sektor pertanian hingga pengembangan pariwisata terpadu yang kekinian.

Di samping itu, para kepala desa juga berkesempatan mempelajari metode pelestarian kebudayaan lokal di China yang sukses dikonversi menjadi peluang ekonomi untuk mendongkrak kesejahteraan warga setempat.

"Ilmu yang Bapak Ibu tempa di Tiongkok itu, kita afirmasi dengan program di Kemendes, Bapak Ibu harusnya lebih sukses. Lebih berhasil, lebih adaptif, dari pada yang gak berangkat," tegasnya.

Terkini