Toleransi Diwujudkan BRI Lewat Bantuan Sembako untuk Warga Buddha di Hari Raya Waisak

Kamis, 24 April 2025 | 08:18:15 WIB

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) “BRI Peduli”, menyalurkan sebanyak 1.000 paket sembako kepada umat Buddha di wilayah Tangerang, Banten. Bantuan ini diserahkan kepada masyarakat yang berada di sekitar Centiya Mi Lek Hud, sebuah vihara yang berlokasi di Sewan, Tangga Asem, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial BRI dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya umat Buddha yang tengah merayakan Hari Suci Waisak. Momentum keagamaan ini dimanfaatkan BRI untuk menunjukkan nilai-nilai solidaritas dan keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat Indonesia.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program CSR tahunan, tetapi juga merupakan cerminan dari semangat gotong royong dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat serta menciptakan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di antara masyarakat,” ujar Hendy dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Hendy berharap bahwa bantuan berupa paket sembako ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima manfaat, terutama dalam menghadapi kebutuhan sehari-hari yang kian menantang akibat dinamika sosial dan ekonomi yang terjadi saat ini.

“Semoga bantuan dari BRI ini dapat membantu meringankan beban masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Komitmen BRI Peduli terhadap Masyarakat Lintas Agama

Program “BRI Peduli” telah lama menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan wilayah. Tidak hanya dalam momen Hari Raya Waisak, BRI juga rutin menyalurkan bantuan sosial di hari-hari besar keagamaan lainnya, seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, dan Hari Raya Imlek.

Dengan menyalurkan 1.000 paket sembako kepada umat Buddha di Tangerang, BRI menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas suku, agama, maupun ras. Setiap momen hari besar keagamaan menjadi ajang penting untuk mempererat kebersamaan dan menyebarkan nilai-nilai toleransi antarumat beragama.

Centiya Mi Lek Hud: Pusat Spiritualitas dan Sosial yang Aktif

Penerima manfaat dari program ini sebagian besar adalah umat Buddha yang tinggal di sekitar Centiya Mi Lek Hud, sebuah vihara yang dikenal aktif dalam kegiatan spiritual dan sosial kemasyarakatan. Vihara ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial yang mempererat hubungan antarwarga, lintas budaya, dan lintas agama di kawasan tersebut.

Ketua Centiya Mi Lek Hud, Husein, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh BRI Peduli. Ia menilai bahwa bentuk kepedulian seperti ini sangat penting untuk memperkuat rasa persatuan dan solidaritas di tengah masyarakat majemuk seperti Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada BRI atas kepeduliannya kepada umat Buddha. Dengan kepedulian seperti ini akan menjadi embun atau air penyejuk hati juga menjadi tetes-tetes air harapan untuk kemajuan masyarakat juga kemajuan bangsa dan negara,” ungkap Husein dengan penuh haru.

Ia juga menegaskan bahwa Centiya Mi Lek Hud selalu terbuka untuk mendukung kegiatan-kegiatan sosial lintas sektor dan akan terus berperan aktif dalam membina harmoni antarumat beragama di wilayah Tangerang.

Sambutan Hangat dari Pengurus Vihara

Pengurus Centiya Mi Lek Hud lainnya, Ceceh Sentyanty, turut menyambut baik kepedulian yang telah ditunjukkan oleh BRI. Menurutnya, momen Hari Raya Waisak sangat tepat untuk menebarkan kasih sayang dan empati kepada sesama, tanpa memandang latar belakang.

“Kami umat Buddha di sini sangat bahagia dan benar-benar terbantukan dan semoga BRI Peduli terus hadir memberikan bantuan dan kepedulian bagi sesama,” ujarnya penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa pemberian bantuan seperti ini memiliki nilai spiritual yang dalam karena tidak hanya membantu dari sisi materiil, tetapi juga memberikan rasa dihargai dan diperhatikan oleh masyarakat luas, termasuk oleh institusi besar seperti BRI.

Diperlukan Kolaborasi Lebih Luas untuk Kepedulian Sosial

Kegiatan sosial yang dilakukan oleh BRI ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat. Terlebih di tengah situasi ekonomi yang masih berproses menuju pemulihan, peran swasta dalam mendampingi masyarakat sangat dibutuhkan.

Kolaborasi antara perusahaan, lembaga keagamaan, dan masyarakat sipil menjadi kunci dalam memperkuat jejaring sosial yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan seperti ini bukan hanya berdampak secara langsung melalui bantuan materi, tetapi juga membangun kepercayaan dan keharmonisan di tengah keberagaman.

Melalui program CSR “BRI Peduli”, BRI tidak hanya menunjukkan eksistensinya sebagai institusi keuangan milik negara yang sehat secara bisnis, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial yang aktif menjawab kebutuhan masyarakat luas.

Dengan penyaluran 1.000 paket sembako untuk umat Buddha di Hari Raya Waisak 2025 ini, BRI menegaskan kembali komitmennya dalam membangun masyarakat yang peduli, toleran, dan inklusif. Kepedulian terhadap sesama, khususnya dalam momen hari besar keagamaan, menjadi simbol penting bahwa kebersamaan bisa terus dirawat di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan sosial yang inklusif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput. Sebab, membangun bangsa yang kuat dan sejahtera dimulai dari hal-hal kecil yang penuh makna — seperti memberi bantuan di saat yang tepat.

Terkini