JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya tidak akan rampung pada tahun 2025.
Proses penggabungan akan dilanjutkan pada kuartal I 2026.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena sejumlah BUMN Karya masih menghadapi persoalan keuangan yang kompleks. “Kita carry forward ke tahun depan, (merger) tidak selesai di tahun ini,” ujar Dony saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonom