Simak Kriteria Lomba Kompetensi Siswa Bidang AI pada OSN 2026

Simak Kriteria Lomba Kompetensi Siswa Bidang AI pada OSN 2026
Staf Khusus Mendikdasmen bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi. (Foto: NET)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjabarkan kriteria serta bobot penilaian dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) yang menjadi rangkaian dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.

Staf Khusus Mendikdasmen bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menyatakan bahwa pihaknya bertekad mempersiapkan generasi muda agar mampu menciptakan kecerdasan artifisial yang beretika, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Jadi kami ingin dalam kriteria lomba juga menekankan responsibilitas kecerdasan artifisial, yang berarti AI harus aman, transparan, adil, dan bermanfaat bagi manusia,” kata Muchlas dalam webinar bertajuk "Sosialisasi Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Jenjang Pendidikan Menengah 2026" di Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pihaknya menargetkan untuk melahirkan para pemecah masalah (problem solver) melalui penggunaan kecerdasan artifisial dalam ajang LKS EKKA. 

Kompetisi ini diselenggarakan berbasis studi kasus, di mana setiap tim harus merancang, mengembangkan, dan mempresentasikan aplikasi berbasis AI guna menuntaskan masalah nyata sesuai dengan tantangan yang ditentukan panitia.

Dalam kesempatan serupa, VP of Human Capital Merkle Innovation, Darianti, menguraikan sejumlah kriteria penilaian bagi para peserta. 

Kriteria tersebut mencakup pemahaman masalah serta relevansi terhadap challenge case (20 persen), kreativitas dan inovasi solusi (20 persen), serta efektivitas dan dampak penggunaan AI (20 persen).

Selain itu, penilaian juga meliputi aspek tanggung jawab AI seperti risiko, mitigasi, dan peran manusia (15 persen), fungsionalitas aplikasi atau prototipe (15 persen), serta kejelasan presentasi dalam bentuk pitch video dan dokumentasi (10 persen).

“Kami mendukung upaya dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas maupun inovasi dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab dan menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Darianti menambahkan, proses pendaftaran LKS EKKA 2026 dibuka pada 15-22 Juni melalui portal https://daftarbpti.kemendikdasmen.go.id. Selanjutnya, peserta diwajibkan mengirimkan karya mulai 22 Juni hingga 3 Juli melalui laman https://forms.office.com/r/6phQnAceYA

Pada tahap ini, peserta harus melampirkan proposal solusi maksimal 4 halaman, video pitch dan demo berdurasi 2-5 menit, serta aplikasi atau prototipe yang berfungsi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index