Strategi Bank Neo Commerce Menjaga DPK Usai Kenaikan BI Rate

Strategi Bank Neo Commerce Menjaga DPK Usai Kenaikan BI Rate
PT Bank Neo Commerce Tbk, (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk tengah mengamati kebijakan otoritas yang menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5%. 

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, menyatakan bahwa peningkatan BI Rate akan berdampak signifikan terhadap lanskap industri perbankan, khususnya dalam penetapan suku bunga simpanan.

Eri menyampaikan bahwa pihak Bank Neo Commerce kini sedang mempersiapkan penyesuaian strategi pendanaan sebagai respons atas kenaikan tersebut, yang mencakup kemungkinan menaikkan bunga simpanan.

"Oleh karena itu, Bank Neo Commerce akan terus memantau dinamika dan bila diperlukan, akan melakukan penyesuaian strategi secara prudent dan terukur sesuai dengan kondisi pasar, kebutuhan likuiditas, serta profil risiko bank," kata Eri akhir pekan lalu.

Eri menegaskan komitmen Bank Neo Commerce untuk menjaga stabilitas dana pihak ketiga (DPK) di tengah persaingan industri yang semakin sengit. Ia juga menyebutkan bahwa bank akan memastikan tingkat suku bunga tetap kompetitif namun tetap efisien. 

Ia menambahkan bahwa penyesuaian bunga di masa depan tidak akan membebani biaya dana (cost of fund/COF) secara berlebihan.

"Penyesuaian suku bunga simpanan akan dilakukan secara selektif mengikuti perkembangan kondisi likuiditas dan kompetisi industri," jelasnya.

Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa bank akan mempertahankan kecukupan likuiditas melalui manajemen aset dan liabilitas yang disiplin guna menopang ekspansi bisnis yang berkelanjutan. 

Di sektor kredit, Bank Neo Commerce tetap fokus menyalurkan pinjaman kepada segmen nasabah yang memiliki kualitas serta potensi pertumbuhan yang menjanjikan.

Berdasarkan data laporan keuangan per April 2026, total DPK Bank Neo Commerce mencapai Rp 13,14 triliun, atau terkoreksi 1,05% secara tahunan, dengan produk deposito mendominasi sebesar 68,51%. 

Hingga periode yang sama, Bank Neo Commerce telah mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 6,96 triliun dan laba bersih sebesar Rp 185,35 miliar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index