Bulog Salurkan 4,5 Juta Ton Beras 2026, Terbesar dalam Beberapa Tahun

Jumat, 18 September 2026 | 14:18:00 WIB

FINANSIALSCOPE.ID — Perum Bulog menyalurkan hampir 4,5 juta ton beras sepanjang 2026 melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan. Volume intervensi ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut ditempuh untuk menahan tekanan harga beras sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia hingga akhir tahun.

Penugasan pemerintah kepada Perum Bulog pada 2026 mencakup dua instrumen utama yang saling melengkapi. SPHP memperkuat pasokan di tingkat konsumen, sedangkan bantuan pangan beras langsung menjangkau keluarga penerima manfaat. Kombinasi keduanya diproyeksikan menyerap Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mendekati 4,5 juta ton hingga Desember.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut kedua instrumen itu sebagai andalan pemerintah dalam pengendalian harga beras. Menurutnya, stok yang kuat dan jaringan pergudangan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke memungkinkan penyaluran dilakukan secara masif.

"Kami terus mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah dalam pengendalian harga beras, yakni penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan beras untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat," kata Rizal dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).

Alokasi SPHP Bertambah 1 Juta Ton

Target awal penyaluran SPHP tahun ini ditetapkan 828 ribu ton. Pemerintah kemudian menambah alokasi SPHP sebesar 1 juta ton, sehingga total penugasan melalui jalur ini melonjak signifikan.

Penambahan itu dilakukan di tengah potensi tekanan harga pada akhir tahun. SPHP dirancang menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap terjangkau, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.

Bantuan Pangan Beras Tiga Tahap

Bantuan pangan beras disalurkan dalam beberapa tahap sepanjang 2026. Tahap Februari-Maret mencapai 664.888 ton, disusul Juli-September sebanyak 997.332 ton.

Untuk periode Oktober-Desember, Bulog memperkirakan penyaluran kembali menyentuh sekitar 997 ribu ton. Jika seluruh tahap terealisasi, total bantuan pangan beras sepanjang tahun mendekati 2,66 juta ton.

Siapa yang Merasakan Dampaknya

Bantuan pangan beras menyasar keluarga penerima manfaat yang tercatat dalam data pemerintah. Mereka menerima beras secara langsung, sehingga pengeluaran rumah tangga untuk bahan pangan pokok bisa ditekan.

Sementara itu, SPHP menyasar konsumen umum melalui operasi pasar dan penyaluran ke pedagang. Tujuannya menahan laju kenaikan harga beras di pasar tradisional maupun ritel modern.

Dukungan stok menjadi kunci. Rizal menegaskan kedua jalur penyaluran bergerak melalui dua lintasan yang saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

"Beras SPHP dan bantuan pangan bergerak melalui dua jalur yang saling melengkapi. SPHP memperkuat pasokan di tingkat konsumen, sementara bantuan pangan langsung menjangkau keluarga penerima manfaat," ujarnya.

Posisi CBP di Akhir Tahun

Serapan CBP mendekati 4,5 juta ton menjadikan 2026 salah satu tahun dengan volume intervensi pangan terbesar. Angka itu mencerminkan besarnya beban Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Ke depan, tantangan utama adalah menjaga kecukupan stok menjelang awal 2027. Pengadaan gabah dari petani dalam negeri dan penyerapan hasil panen akan menentukan seberapa kuat CBP menghadapi tekanan permintaan awal tahun.

Bagi pasar, sinyal penyaluran sebesar ini memberi gambaran bahwa pemerintah masih mengandalkan intervensi langsung untuk menahan harga beras. Posisi Bulog sebagai operator CBP tetap sentral dalam rantai pasok pangan nasional.

Terkini