ASDP Kerahkan 24 Kapal di Ketapang-Gilimanuk, Antrean Kendaraan Mulai Terurai

Jumat, 18 September 2026 | 16:33:00 WIB

FINANSIALSCOPE.ID — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada Jumat (18/9/2026) untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan. Penyesuaian pola operasi dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi cuaca, gelombang, arus, dan pasang surut di Selat Bali. Langkah ini penting bagi ribuan pemudik dan pengangkut barang yang bergantung pada lintasan penghubung Jawa-Bali tersebut.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyatakan seluruh keputusan operasional diambil lewat koordinasi dengan regulator, termasuk KSOP dan BPTD. Menurut dia, keselamatan pelayaran menjadi pertimbangan utama dalam setiap penyesuaian pola operasi.

Pembagian Kapal di Empat Dermaga

ASDP menempatkan lima kapal reguler di Dermaga MB 1 dan lima kapal di Dermaga MB 3. Dermaga MB 4 melayani tiga kapal reguler plus dua kapal perbantuan, sementara sembilan kapal lainnya beroperasi dari Dermaga LCM.

Pola operasi disesuaikan secara dinamis berdasarkan cuaca, gelombang, angin, arus, pasang surut, serta kesiapan kapal dan dermaga. Fokus perusahaan saat ini menjaga produktivitas kapal dan dermaga agar kendaraan yang mengantre bisa diseberangkan secara konsisten.

"Seluruh armada yang siap operasi terus dioptimalkan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan perairan. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan tidak dapat dikompromikan dalam setiap pengaturan operasional," ujar Windy.

Mengapa Antrean Belum Sepenuhnya Hilang

Kepadatan yang masih terjadi merupakan akumulasi kendaraan dari periode sebelumnya. Proses penguraiannya butuh waktu karena produktivitas penyeberangan tidak hanya ditentukan jumlah kapal.

Dinamika pasang surut, proses manuver dan sandar, siklus bongkar muat, hingga kesiapan dermaga ikut memengaruhi kecepatan penyeberangan. ASDP terus berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, BMKG, kepolisian, dan pemangku kepentingan lain untuk menyesuaikan pola operasi berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Cuaca Selat Bali Jadi Penentu

Prakiraan BMKG untuk Pelabuhan Ketapang pada Jumat (18/9/2026) menunjukkan cuaca cerah berawan hingga berawan. Tinggi gelombang diprakirakan 0,1–0,5 meter dengan kecepatan angin sekitar 3–8 knot dan hembusan maksimum mencapai 19 knot.

Kondisi tersebut dimanfaatkan untuk menjaga produktivitas pelayaran dan bongkar muat. Meski begitu, dinamika angin, arus, dan pasang surut tetap dipantau karena bisa memengaruhi manuver dan sandar kapal di dermaga tertentu.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menegaskan setiap momentum cuaca yang mendukung akan dimaksimalkan. Ritme bongkar muat di seluruh dermaga yang bisa dioperasikan terus dijaga.

"Setiap momentum kondisi cuaca dan perairan yang mendukung akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas agar kendaraan dapat diseberangkan secara konsisten dan kepadatan berangsur berkurang," ujar Media.

Jumlah kapal dan pola operasi bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan lapangan. Penyesuaian mempertimbangkan volume kendaraan, kesiapan armada, dan keselamatan pelayaran sebagai hal paling utama.

"Pengaturan operasional terus kami evaluasi bersama regulator. Apabila kondisi cuaca, arus, atau pasang surut memengaruhi proses manuver dan sandar di dermaga tertentu, pola operasi akan segera disesuaikan," kata Media.

Lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan jalur utama penghubung Pulau Jawa dan Bali. Kelancaran penyeberangan di lintasan ini berdampak langsung pada arus logistik dan mobilitas penumpang, terutama saat volume kendaraan menumpuk seperti periode sekarang.

Terkini