Sarri Bawa Atalanta ke Turin: Satu-satunya Start Mulus Saya di Chelsea

Sabtu, 19 September 2026 | 05:07:00 WIB

FINANSIALSCOPE.ID — Maurizio Sarri kembali ke Allianz Juventus Stadium, markas yang tidak menyimpan kenangan indah baginya. Pelatih Atalanta itu menyebut satu-satunya awal musim yang berjalan mulus sepanjang kariernya terjadi di Chelsea, sementara pengalaman di Juventus justru sebaliknya.

Laga Serie A antara Juventus dan Atalanta di Turin menjadi ajang reuni bagi Maurizio Sarri dengan klub yang pernah dibesutnya pada musim 2019/20. Sarri kini menangani Atalanta dan tengah membangun gaya permainan baru di Bergamo.

Kendati meraih Scudetto bersama Juventus, masa kerja Sarri hanya bertahan satu musim. Kedua pihak sama-sama tidak mengenang periode itu dengan hangat.

Pandemi dan Stadion Kosong Jadi Sebab

Sarri mengungkap alasan di balik kenangan pahit tersebut. Menurutnya, musim berjalan aneh karena stadion praktis kosong sejak Maret akibat pandemi.

"It was a strange season with the stadiums practically empty from March onwards due to the pandemic, and perhaps that is one of the reasons why I don't have good memories of that experience," kata Sarri kepada Sky Sport Italia, dikutip Tuttomercatoweb.

"In any case, I have no regrets," tambahnya.

Atalanta dan Tiga Kemenangan dari Enam Laga

Di Atalanta, Sarri mencoba menerapkan gaya bermain yang jauh berbeda dari tiga bek yang dipakai klub selama satu dekade terakhir. Proses adaptasi itu belum mulus sepenuhnya.

Dari enam pertandingan di Serie A, Coppa Italia, dan Conference League, Atalanta mengumpulkan tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.

Sarri membandingkan situasi ini dengan pengalaman awalnya di Empoli dan Napoli. Di Empoli, timnya sempat berada di dasar klasemen setelah sembilan putaran, namun akhirnya melaju ke final play-off promosi.

"At Napoli, we had two or three points after four rounds. These are difficulties I have run into constantly over the course of my career. The only positive start I had was at Chelsea, but for the rest it was always difficult," ujar Sarri.

Soal Sistem: Bukan Sekadar Tiga atau Empat Bek

Sarri menilai perdebatan soal jumlah bek tidak menangkap persoalan sebenarnya. Yang lebih penting, katanya, adalah cara tim bertahan dan menyerang serta bergerak secara kolektif.

"What really matters is the way of defending and attacking, how the team moves and thinks collectively. Systems have their importance, of course, but are not decisive," jelasnya.

Ia juga menyoroti alasan di balik kesulitan awal di setiap klub. Semakin berbeda gaya bermain sebelumnya dengan gayanya, semakin besar hambatan yang dihadapi.

Target Jangka Panjang, Bukan Musim Ini

Sarri menegaskan bahwa Atalanta tidak dibebani target jangka pendek. Direktur olahraga dan klub, menurutnya, lebih fokus membangun untuk jangka panjang.

"It is a year of construction, both the director of sport and the club have not set any specific targets for the short-term, they are talking about building for the long-term," tuturnya.

Soal bursa transfer, Sarri mengaku belum pernah bertemu pelatih yang sepenuhnya puas dengan kerja klub di pasar. Ia menilai penilaian harus dilakukan pada keseluruhan skuad, bukan hanya pemain baru.

Atalanta mendatangkan sejumlah pemain pada musim panas, termasuk Jonathan Rowe dari Bologna, dengan beberapa transfer rampung menjelang penutupan bursa.

Terkini