Putin Sita Aset Nestle hingga Auchan, Operasi Dialihkan ke LEV Management

Sabtu, 19 September 2026 | 12:39:00 WIB
Putin Sita Aset Nestle hingga Auchan, Operasi Dialihkan ke LEV Management

FINANSIALSCOPE.ID — Presiden Rusia Vladimir Putin meneken dekrit yang mengalihkan operasi Nestle, jaringan ritel Auchan, dan Lemana Pro di Rusia kepada LEV Management. Pengambilalihan ini juga mencakup anak usaha grup logistik Prancis FM Logistic di Rusia. Nestle menyatakan sedang mengevaluasi situasi dan menyiapkan langkah hukum untuk melindungi haknya.

Dekrit yang diteken pada Kamis malam itu menjadi kebijakan terbaru Moskow terhadap perusahaan Barat yang masih beroperasi di Rusia. Langkah tersebut merupakan respons atas sanksi yang diberlakukan negara-negara Barat akibat perang di Ukraina.

LEV Management, perusahaan penerima aset, baru didirikan pada akhir 2025 dan dipimpin seorang jenderal dari Kementerian Dalam Negeri Rusia. Menurut laporan media investigasi Novaya Gazeta Europe, perusahaan itu sebelumnya tidak diketahui memiliki aktivitas bisnis.

Siapa Saja yang Terdampak

Empat entitas asing masuk dalam daftar pengalihan operasi oleh dekrit Putin. Selain Nestle, ada jaringan ritel Prancis Auchan dan bekas jaringan toko perlengkapan rumah tangga Leroy Merlin yang kini bernama Lemana Pro.

Anak usaha grup logistik Prancis FM Logistic di Rusia juga tercakup dalam dekrit tersebut. Pemerintah Rusia sebelumnya mewajibkan persetujuan presiden untuk sejumlah transaksi perusahaan asing yang ingin keluar dari negaranya.

Respons Nestle

Nestle menyatakan tengah mengevaluasi situasi dan opsi yang tersedia. Perusahaan berkomitmen mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya.

"Perusahaan berkomitmen mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya dan memastikan kelangsungan operasi bisnis demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan, terutama karyawannya," kata Nestle.

Namun, perusahaan tidak menjelaskan secara rinci bisnis Nestle yang masih tersisa di Rusia. Sejak invasi ke Ukraina, Nestle telah menghentikan sebagian besar penjualan, impor yang tidak esensial, kegiatan iklan, dan investasi modal di Rusia.

Perusahaan masih memasok sejumlah produk makanan yang dianggap penting. Sebagian besar perusahaan Barat memilih menjual bisnis dan aset mereka di Rusia atau setidaknya mengisolasi operasinya setelah sanksi diberlakukan.

Dampak Finansial Terbatas

Analis bank investasi Swiss Vontobel, Jean-Philippe Bertschy, menilai dampak finansial terhadap Nestle kemungkinan terbatas. Alasannya, kontribusi Rusia terhadap penjualan grup tersebut relatif kecil.

Rusia saat ini menyumbang sedikit di atas 1% dari total penjualan Nestle. Angka tersebut turun dari sekitar 2% sebelum perang Ukraina.

Bagi investor, eksposur langsung terhadap pasar Rusia memang sudah mengecil sejak 2022. Namun, preseden pengambilalihan aset secara langsung oleh Moskow tetap menjadi risiko yang perlu dicermati perusahaan multinasional lain yang masih beroperasi di sana.

Rusia memperketat proses keluarnya perusahaan asing dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah mewajibkan persetujuan presiden untuk sejumlah transaksi dan dalam beberapa kasus mengambil alih aset perusahaan secara langsung.

Terkini