Investasi Data Center Global Tembus US$131 Miliar, Listrik Ikut Tersedot

Minggu, 20 September 2026 | 05:47:00 WIB
Investasi Data Center Global Tembus US$131 Miliar, Listrik Ikut Tersedot

FINANSIALSCOPE.ID — Investasi asing langsung (FDI) global pada pembangunan proyek baru menembus US$538 miliar sepanjang Januari-Juni 2026, dengan pusat data menjadi magnet utamanya. Sektor komunikasi menyerap US$139,3 miliar, dan lebih dari US$131 miliar di antaranya mengalir ke proyek data center. Lonjakan ini ikut menyeret investasi energi dan semikonduktor, mengubah peta aliran modal dunia.

Angka itu tercatat dalam laporan fDi Intelligence, yang memetakan belanja modal FDI greenfield—investasi untuk membangun proyek baru dari nol, bukan akuisisi. Porsi data center setara 24,5% dari total rencana belanja modal FDI greenfield global. fDi Markets menyebutnya sebagai rekor tertinggi yang pernah terekam, baik untuk skala semesteran maupun tahunan.

Komunikasi Kuasai Aliran Modal

Sektor komunikasi memimpin dengan realisasi US$139,3 miliar pada paruh pertama 2026. Dari jumlah itu, lebih dari US$131 miliar atau melampaui 94% masuk ke proyek pusat data.

Peringkat berikutnya ditempati energi terbarukan dengan US$73,3 miliar, lalu batu bara, minyak, dan gas US$44,7 miliar. Semikonduktor menyusul di posisi keempat dengan US$38,8 miliar.

Transportasi dan pergudangan mencatat US$24,9 miliar, real estat US$23,9 miliar, serta logam US$23,7 miliar. Peralatan industri menarik US$14,6 miliar, sedangkan komponen elektronik dan perangkat lunak masing-masing US$13,7 miliar.

Proyek Raksasa di Balik Angka

Pada Mei 2026, SoftBank mengumumkan komitmen investasi €45 miliar selama lima tahun untuk membangun infrastruktur AI di Prancis. Proyek itu akan memiliki kapasitas data center 3,1 gigawatt di tiga lokasi, dan nilainya berpotensi melebar menjadi €75 miliar. Reuters menyebutnya sebagai salah satu investasi terbesar di Eropa untuk infrastruktur AI.

Di sektor semikonduktor, Micron berkomitmen US$24 miliar untuk membangun fasilitas produksi NAND flash di Singapura. Chip jenis itu termasuk komponen penting dalam infrastruktur AI.

Kebutuhan listrik yang besar juga mendorong investasi energi fosil. Sekitar US$33 miliar dari belanja sektor batu bara, minyak, dan gas berasal dari rencana SB Energy Corp, anak usaha SoftBank, membangun pembangkit gas 9,2 gigawatt di Ohio, Amerika Serikat.

Kenapa Data Center Jadi Rebutan

Perusahaan teknologi tidak lagi sekadar menggelontorkan dana untuk mengembangkan model AI. Mereka membangun kapasitas komputasi agar teknologi itu bisa dilatih dan dipakai dalam skala besar.

Skalanya jauh melampaui data center konvensional. PwC memperkirakan belanja modal data center global mencapai sekitar US$800 miliar per tahun pada 2026, dan bisa naik menjadi US$1,8 triliun per tahun pada 2050.

Secara kumulatif, PwC menghitung investasi infrastruktur AI global berpotensi menyentuh US$31,6 triliun hingga 2050.

Bagi pasar Indonesia, gelombang modal ini membuka peluang sekaligus tantangan. Pasokan listrik, konektivitas, dan kepastian regulasi akan menentukan apakah dana sebesar itu ikut mampir ke proyek data center dalam negeri atau hanya melintas ke negara tetangga.

Terkini