Rekening Dolar di LPS Naik 58,2 Persen, Simpanan Rupiah Hanya 8,4 Persen

Minggu, 20 September 2026 | 13:05:00 WIB
Rekening Dolar di LPS Naik 58,2 Persen, Simpanan Rupiah Hanya 8,4 Persen

FINANSIALSCOPE.ID — Jumlah rekening dolar AS di Indonesia melonjak 58,2 persen secara tahunan menjadi 8.918.054 rekening per Mei 2026, jauh melampaui pertumbuhan rekening rupiah yang hanya 8,4 persen. Pelemahan rupiah membuat nasabah kaya beralih menyimpan dana dalam mata uang asing. LPS menyebut kenaikan ini didorong simpanan di atas Rp5 miliar, bukan kebijakan devisa hasil ekspor yang baru berlaku Juni.

Rupiah yang masih tertekan sepanjang tahun membuat sebagian nasabah besar memilih menempatkan dananya dalam dolar Amerika Serikat. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan pergeseran itu terjadi cukup tajam pada segmen simpanan bernilai besar.

Pertumbuhan rekening dolar jauh berbeda dari rekening rupiah. Selisih keduanya mencapai hampir 50 poin persentase pada periode yang sama.

Rekening Dolar Naik dari Kelas Rp5 Miliar ke Atas

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyatakan lonjakan rekening dolar berasal dari nasabah dengan nominal simpanan di atas Rp5 miliar. Menurut dia, kelompok inilah yang paling agresif berpindah ke instrumen valas.

"Yang jumlah yang di atas Rp5 miliar yang naik. Ya itu naik kelas, cuma jumlahnya memang naik," kata Anggito saat ditemui di sela Seminar Nasional dan Pelantikan ISEI Jakarta Komisariat PERBANAS di Perbanas Institute Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Rekening dolar kini menyumbang 1,3 persen dari total rekening simpanan masyarakat. Sementara rekening rupiah tetap mendominasi dengan 673.138.861 rekening atau 98,7 persen dari keseluruhan.

Bukan Efek Devisa Hasil Ekspor

Anggito membantah kenaikan rekening dolar disebabkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026. Aturan itu baru berlaku efektif 1 Juni 2026 dan mewajibkan penempatan DHE sumber daya alam 100 persen di bank Himbara.

Menurut Anggito, dolar para eksportir baru akan benar-benar masuk ke rekening bank pada September. "Belum, kan DHE baru efektif September ya uangnya masuk ya," ujarnya.

Pandangan berbeda datang dari Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi. Ia menilai pertumbuhan rekening dolar terjadi seiring penerapan ketentuan DHE yang baru.

"Ya memang ada [peningkatan] kan. Karena ada DHE, DHE yang masuk di Bank Himbara cukup tinggi," kata Hery di Gedung Menara Radius Prawiro, Selasa (14/7/2026).

Hery, yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), menyebut kenaikan itu wajar ketika dolar hasil ekspor kembali masuk ke rekening bank BUMN. "Jadi pasti meningkat kalau DHE hasil eksornya balik lagi, dan hasil ekspor masuk pasti meningkat," ucapnya.

Nominal Valas Tembus Rp1.714 Triliun

Dari sisi nominal, simpanan valuta asing naik 18,7 persen yoy per Mei 2026 menjadi setara Rp1.714,76 triliun. Porsinya mencapai 16,6 persen dari total nominal simpanan masyarakat.

Simpanan rupiah masih menjadi mayoritas dengan nilai Rp8.615,16 triliun, tumbuh 12,4 persen. Porsinya 83,4 persen dari keseluruhan nominal.

Tekanan terhadap rupiah belum surut. Pada perdagangan Jumat (18/9/2026), rupiah menguat tipis 0,03 persen dan ditutup di Rp17.730 per dolar AS, tetapi masih melemah 0,82 persen sepanjang pekan.

Perpindahan dana ke valas mencerminkan upaya nasabah besar menjaga nilai kekayaan saat kurs bergejolak. Bagi perbankan, tren ini menambah likuiditas valas, tapi sekaligus menguji kemampuan bank menjaga dana rupiah tetap mengendap di sistem.

Terkini