Bandara Dhoho Kediri Ditargetkan Melayani Penerbangan Haji 2027

Bandara Dhoho Kediri Ditargetkan Melayani Penerbangan Haji 2027
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: NET)

JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memproyeksikan Bandara Dhoho Kediri dapat mulai beroperasi melayani penerbangan haji pada musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi. Langkah ini diambil untuk mendongkrak mutu pelayanan sekaligus memberikan kemudahan bagi para jamaah, khususnya yang berasal dari daerah Mataraman.

"Insya Allah tahun depan Bandara Dhoho sudah bisa mulai digunakan untuk penerbangan haji. Terima kasih Pak Menteri Haji dan Umrah atas semua ikhtiarnya. Seluruh persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, juga seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis (2/7/2026).

Khofifah memaparkan bahwa pemanfaatan Bandara Dhoho sebagai tempat embarkasi haji yang baru merupakan bagian dari strategi bersama antara Pemprov Jatim dan pemerintah pusat demi menyempurnakan kualitas pelayanan ibadah haji.

Dia menilai kehadiran embarkasi baru ini bakal memotong durasi perjalanan para calon jamaah dari area Mataraman menuju lokasi keberangkatan. Alhasil, alur keberangkatan maupun kepulangan dapat berlangsung lebih efisien serta memberikan kenyamanan lebih.

Embarkasi Bandara Dhoho sendiri direncanakan mengakomodasi sekitar 10.548 calon haji dari 15 daerah di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Bojonegoro.

"Bandara Dhoho ini sudah lama kami persiapkan untuk memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memberikan kemudahan bagi jamaah, khususnya dari wilayah Mataraman. Kami berharap proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah akan semakin efektif dan nyaman," katanya.

Bukan hanya menyongsong kepulangan kelompok terbang (kloter) pamungkas, Khofifah pun berkesempatan menyapa jamaah haji dengan usia paling sepuh di Debarkasi Surabaya, yakni Raminten Murtomo Singodimedjo yang telah berumur 87 tahun. Khofifah menyampaikan rasa kagum atas keteguhan tekad Raminten dalam menuntaskan rukun dan wajib haji.

"Beliau luar biasa sekali. Sebenarnya sudah empat kali dipanggil untuk haji, tapi baru bisa berangkat tahun ini, karena harus menunggu anaknya yang berangkat sebagai pendamping. Beliau bahkan kuat lempar jumroh sendiri dan rutin sholat malam. Alhamdulillah, sekarang bisa kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat," kata Khofifah.

Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf turut memberikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh personel yang bersinergi dalam menyukseskan operasional ibadah haji, mulai dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, tim medis, petugas imigrasi, personel keamanan, sampai pendamping jamaah selama di Tanah Suci.

"Saya berharap semua pengabdian yang telah dilakukan menjadi bagian dari ibadah yang diterima Allah SWT. Sekarang silakan kembali berkumpul dengan keluarga dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing," katanya.

Tercatat ada sekitar 44.000 haji yang terbagi dalam 116 kloter, di mana 43.894 haji di antaranya telah tiba kembali di Indonesia.

Berdasarkan data, dilaporkan ada 77 haji yang meninggal dunia di Tanah Suci, 10 haji melakukan kepulangan mandiri, dua haji kembali lewat debarkasi berbeda, 17 haji masih mendapat perawatan medis di Arab Saudi, serta satu haji dari embarkasi lain dipulangkan melalui Debarkasi Surabaya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index