JAKARTA - Aktor Ari Irham membagikan pengalamannya dalam mendalami karakter untuk proyek layar lebar terbarunya, Seni Merayu Tuhan. Di film ini, ia dipercaya memainkan tokoh Hikmah, seorang remaja yang sedang dirundung kesedihan mendalam pasca-meninggalnya sang ibu.
Melakoni peran yang berhadapan langsung dengan rasa kehilangan menjadi sebuah ujian baru untuk Ari. Ia menilai, mengekspresikan luapan emosi orang yang berduka sangatlah kompleks lantaran tiap tingkatannya menyimpan gejolak dan penafsiran yang tidak sama.
Sebagai langkah awal menghidupkan tokoh tersebut, Ari mencoba memahami sisi psikologis individu yang tengah patah hati akibat kehilangan. Ia menelusuri tiap tahapan duka demi menyelami dinamika perasaan serta pergolakan batin yang dirasakan karakternya.
"Karakter Hikmah yang aku lihat adalah seseorang yang sedang berada dalam fase berduka. Dia kebingungan. Dia impulsif. Dia kehilangan arah karena proses berduka itu," katanya dalam konferensi pers di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis, (2/7/2026).
Walau sedang mengalami konflik internal yang hebat, kesedihan yang dipendam Hikmah acap kali luput dari pandangan orang-orang terdekatnya. Beberapa orang justru mencapnya sebagai remaja yang kehilangan arah hidup. Stigma tersebut muncul karena perilakunya dianggap menjauh dari norma-norma agama.
Kendati demikian, Ari memandang Hikmah bukan sebagai figur yang negatif. Tokoh ini tetap profesional dan penuh tanggung jawab dalam menjalani profesinya selaku videografer. Di matanya, Hikmah hanyalah sosok yang sedang berproses, berupaya bangkit, serta mencari arah pulang di tengah rasa kehilangan.
"Menurut aku, proses menjadi dewasa adalah keberanian untuk mengakui kesalahan, berdamai dengan masa lalu, dan menerima kekurangan yang ada dalam diri sendiri. Buatku, itulah tantangan terbesar saat memerankan Hikmah karena aku juga masih belajar tentang semua itu," imbuhnya.
Lewat karakter Hikmah, Ari memetik pelajaran berharga bahwa jalan hidup tiap individu tidak pernah sama. Langkah menuju fase dewasa ataupun kematangan rohani tidak dapat dicapai secara instan, melainkan lewat tempaan ragam peristiwa dan proses belajar.
Sinema Seni Merayu Tuhan sendiri diangkat dari buku best seller bertajuk serupa karangan Habib Husein Ja'far Al-Hadar. Proyek ini bertabur bintang muda hingga senior seperti Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, dan Arie Kriting.
Film dengan nuansa drama ini digarap di bawah arahan sutradara Cesa David Luckmansyah dan digawangi oleh rumah produksi Wahana Kreator. Seni Merayu Tuhan siap menyapa para pencinta film di bioskop tanah air mulai 13 Agustus 2026.