JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi atas peran serta sektor swasta dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik, terutama melalui penguatan budaya literasi menulis.
Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu, menilai inisiatif tersebut sebagai contoh nyata kontribusi media massa dalam meningkatkan kapasitas guru serta memperkuat ekosistem pendidikan.
"Komunitas Guru Menulis ini adalah langkah maju yang melengkapi berbagai upaya penguatan kapasitas guru. Saya melihat ini sebagai bentuk konkret bahwa media massa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penggerak perubahan," ujar Nunuk.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan memerlukan kerja sama lintas sektor. Oleh karena itu, Kemendikdasmen senantiasa membuka ruang kemitraan melalui semangat Partisipasi Semesta dengan merangkul media massa, dunia usaha, organisasi profesi, hingga masyarakat luas.
"Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi kolaborasi semacam ini. Kami percaya bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah," katanya.
Dirjen Nunuk menambahkan bahwa keterampilan menulis adalah kompetensi vital yang harus terus diasah oleh guru sebagai bagian dari proses pembelajaran sepanjang hayat. Melalui kegiatan menulis, guru tidak hanya mencatat pengalaman mengajar, melainkan juga mengasah kemampuan berpikir kritis serta menyusun gagasan secara sistematis.
"Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, dan menulis adalah salah satu cara belajar yang paling efektif. Ketika seorang guru menulis, ia dipaksa untuk berpikir lebih jernih, menyusun gagasan secara runtut, dan menguji pemahamannya sendiri atas materi yang ia ajarkan," ujar Nunuk.
Dalam kesempatan serupa, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur (Jatim), Aries Agung Paewai, menyambut baik kehadiran komunitas tersebut sebagai wadah bagi guru untuk membagikan inovasi pembelajaran berbasis pengalaman di kelas.
Menurutnya, di era perkembangan kecerdasan artifisial (AI), pengalaman nyata guru adalah nilai yang tidak tergantikan. "AI tidak bisa berdiri di dalam kelas dan menghadapi beragam karakter murid. Itu yang dimiliki para guru," ujarnya.
Aries turut menyampaikan pesan Gubernur Jatim agar guru terus berkarya melalui tulisan. "Guru yang mengajar akan dikenang oleh muridnya, guru yang menulis akan dikenang oleh peradaban," katanya.