Zulhas Salurkan 3 Ton Pupuk, Pastikan Stok Aman di Sulteng

Zulhas Salurkan 3 Ton Pupuk, Pastikan Stok Aman di Sulteng
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendistribusikan bantuan pupuk sejumlah tiga ton bagi kelompok tani di Sulawesi Tengah (Sulteng), yang terbagi atas 1,5 ton pupuk NPK dan 1,5 ton pupuk urea.

"Bantuan pupuk ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah," kata Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas itu saat mengikuti kegiatan Rembuk Tani di Kabupaten Sigi, Sabtu (4/7/2026).

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar jajaran pemerintah senantiasa mendampingi masyarakat guna menjamin keberlangsungan program strategis pangan secara maksimal.

Zulkifli Hasan menilai, beragam langkah taktis pemerintah telah memberi manfaat riil untuk para petani, mulai dari pemotongan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, pendirian pabrik pupuk anyar, hingga kepastian stok pupuk yang aman menjelang masa tanam.

"Alhamdulillah, tadi kami sudah memastikan langsung bahwa pupuk tersedia sebelum musim tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapatkan diskon sekitar 20 persen. Itu bukan berdasarkan laporan pemerintah, tetapi pengakuan langsung dari para petani," kata Zulhas.

Zulkifli Hasan menggaransi bahwa pasokan pupuk akan terus aman serta berkomitmen menjaga stabilitas harga gabah supaya tetap memberikan profit bagi para petani.

"Hingga saat ini di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik dan gangguan pasokan di berbagai negara, Indonesia tetap mampu menjaga ketersediaan pupuk bagi petani termasuk ke depan harga gabah tidak boleh berada di bawah Rp6.500 per kilogram agar petani memperoleh keuntungan yang layak," katanya.

Zulhas memaparkan bahwa langkah strategis ini memberikan efek bagus terhadap tren kenaikan nilai tukar petani yang semula berkisar di angka 116 kini melesat ke level 127. Angka tersebut mengindikasikan level taraf hidup petani, terutama produsen padi dan jagung, yang kian membaik.

"Tentunya setelah memperkuat swasembada beras, pemerintah akan memfokuskan pembangunan pada sektor protein melalui pengembangan perikanan tangkap dan budidaya," ujar dia.

Zulkifli Hasan menyebutkan pihak pemerintah berniat menginisiasi sentra budi daya ikan lewat sistem bioflok di kisaran 40.000 desa secara gradual, dengan disokong oleh program desa tematik besutan Kementerian Desa yang diselaraskan pada potensi tiap daerah.

"Ke depan kami ingin desa-desa menjadi mandiri pangan. Setelah beras, kami fokus pada protein agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi juga menjadi salah satu eksportir ikan terbesar di Asia," kata Zulhas.

Di sisi lain, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memberikan penegasan terkait komitmen penuh dari pihak pemerintah provinsi untuk senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah pusat demi menyukseskan agenda swasembada pangan.

Anwar Hafid berpendapat, atensi bagi para petani lewat penyaluran sarana produksi, pendirian infrastruktur penunjang tani, serta pemantapan kelembagaan kelompok tani bakal tetap menjadi program prioritas bagi pemerintah daerah.

"Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para petani, diharapkan sektor pertanian Sulawesi Tengah semakin maju, produktivitas meningkat, dan kesejahteraan petani terus membaik sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Anwar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index