Prabowo Absen, Menlu Sugiono Pimpin 22 Agenda RI di Sidang Umum PBB

Prabowo Absen, Menlu Sugiono Pimpin 22 Agenda RI di Sidang Umum PBB

FINANSIALSCOPE.ID — Menteri Luar Negeri Sugiono akan memimpin delegasi Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81 di New York, menggantikan Presiden Prabowo Subianto yang tidak hadir. Indonesia membawa misi penguatan ketahanan nasional dan regional, serta mendorong reformasi PBB dan penguatan Global South.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, memastikan bahwa kehadiran Sugiono sebagai kepala delegasi merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo. Keputusan ini disampaikan dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (17/9).

"Menlu RI Sugiono akan menghadiri rangkaian pertemuan High Level Week United Nations General Assembly (UNGA) sesi ke-81 di New York minggu depan," kata Yvonne.

22 Agenda dalam Sepekan

Selama High Level Week berlangsung, Sugiono dijadwalkan mengikuti sekitar 22 pertemuan dan agenda kegiatan. Jumlah tersebut menunjukkan intensitas diplomasi Indonesia di forum multilateral tertinggi.

Yvonne menegaskan bahwa kehadiran Sugiono tidak mengurangi bobot politik Indonesia. Menurutnya, komitmen terhadap multilateralisme tetap terjaga penuh.

"Dan tentunya kehadiran Menlu ini sebagai wakil Indonesia di high level week UNGA sesi ke-81 dan tetap akan memberikan political weight, tidak mengurangi komitmen terhadap multilateralisme dan dalam berbagai pembahasan isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama dan menjadi interest kita," ujarnya.

Lima Pesan Utama Indonesia

Indonesia membawa sejumlah pesan kunci dalam partisipasinya di SMU PBB ke-81. Prioritas pertama adalah pentingnya memperkuat ketahanan nasional dan regional untuk mewujudkan ketahanan global.

"Pesan utama yang disampaikan oleh Indonesia di SMU PBB adalah pentingnya penguatan ketahanan nasional dan regional untuk mewujudkan ketahanan global," ujar Yvonne.

Selain ketahanan, Indonesia mendorong penguatan multilateralisme dan inklusivitas. Komitmen terhadap perdamaian dunia juga ditegaskan, termasuk dukungan bagi Palestina.

Isu reformasi PBB dan penguatan Global South menjadi agenda berikutnya. Indonesia juga akan memaparkan capaian pembangunan nasional dalam forum tersebut.

Enam Prioritas Presidensi Bangladesh

Sidang Umum PBB ke-81 mengangkat tema "Managing, Restoring Trust, Managing Transformation, A United Nations That Delivers For All". Presidensi SMU PBB ke-81 dipegang Menteri Luar Negeri Bangladesh, Khalilur Rahman.

Dalam kepemimpinannya, terdapat enam prioritas utama. Prioritas tersebut mencakup perdamaian dan keamanan, pembangunan berkelanjutan, aksi iklim dan lingkungan, hak asasi manusia, tata kelola teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), serta reformasi PBB.

Agenda reformasi PBB yang diusung Indonesia sejalan dengan salah satu prioritas presidensi Bangladesh. Ini memberi Indonesia ruang strategis untuk mendorong perubahan tata kelola global yang lebih inklusif.

Isu tata kelola AI dan teknologi digital juga menjadi perhatian Indonesia. Sebagai negara dengan ekonomi digital tumbuh cepat di Asia Tenggara, posisi Indonesia di forum ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index