FINANSIALSCOPE.ID — Tim Cook resmi memegang tanggung jawab hubungan pemerintah sebagai executive chairman Apple, sementara John Ternus kini menjabat CEO. Pembagian peran itu membuat Ternus relatif terlindung dari sorotan politik yang selama ini membebani Cook, termasuk saat menghadiri jamuan makan malam kenegaraan Gedung Putih untuk Presiden China Xi Jinping.
Tim Cook menanggung beban diplomasi Apple seorang diri. Sebagai executive chairman, ia tetap menjadi wajah perusahaan di hadapan pembuat kebijakan, sementara John Ternus menjalankan roda operasional sebagai CEO.
Pembagian tugas itu bukan sekadar seremonial. Cook kini bertanggung jawab penuh atas komunikasi dengan pemerintah di seluruh dunia, termasuk menghadapi tekanan politik yang kerap menyeret nama Apple ke pusat kontroversi.
Jejak Panjang Tim Cook Menghadapi Gedung Putih
Ketegangan antara Apple dan pemerintahan Amerika Serikat bukan hal baru. Pada 2018, perubahan kebijakan imigrasi AS berdampak langsung pada ribuan karyawan Apple.
Cook bersama sejumlah CEO lain mengirim surat kepada pemerintahan saat itu. Ia menyebut kebijakan tersebut menimbulkan "considerable anxiety for many thousands of Apple employees" dan berpotensi mengganggu operasional perusahaan.
Tekanan serupa muncul lagi tahun lalu. Donald Trump mendesak Apple menghapus kebijakan DEI (Diversity, Equity, and Inclusion). Cook merespons dengan menyatakan perusahaan akan patuh pada perubahan hukum, tetapi tidak akan mengorbankan nilai-nilainya.
Peran Baru Cook sebagai "Diplomat" Apple
Awal tahun ini Apple mengonfirmasi bahwa jabatan executive chairman yang dipegang Cook mencakup tanggung jawab berkomunikasi dengan pemerintah. Ia juga membantu perusahaan dalam urusan kebijakan global.
Bloomberg melaporkan Cook akan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih untuk Presiden China Xi Jinping pekan depan. CEO OpenAI Sam Altman disebut turut hadir dalam acara tersebut.
Pertemuan itu berlangsung di tengah hubungan AS-China yang memanas. Persaingan kecerdasan buatan, perdagangan internasional, dan situasi Timur Tengah menjadi sumber ketegangan utama.
Mengapa John Ternus Lebih Aman
Posisi Ternus sebagai CEO baru tetap dibatasi dalam menyikapi kebijakan kontroversial, baik di AS, China, maupun negara lain. Namun karena tanggapan resmi kini menjadi tanggung jawab Cook, ia punya ruang gerak lebih luas.
Analisis 9to5Mac menilai peran diplomatik ini kemungkinan besar merupakan inisiatif Cook sendiri. Langkah itu dinilai sebagai pengorbanan demi membebaskan penerusnya dari distraksi dan kontroversi yang tidak perlu.
Bagi pengguna Apple di Indonesia, pembagian peran ini tidak mengubah produk atau layanan secara langsung. Namun arah kebijakan perusahaan di pasar global, termasuk soal kepatuhan regulasi dan rantai pasok, tetap dipengaruhi oleh siapa yang duduk di meja diplomasi.