Prabowo Sebut Ada Antek Asing di Balik Kerusuhan

Prabowo Sebut Ada Antek Asing di Balik Kerusuhan

FINANSIALSCOPE.ID — Presiden Prabowo Subianto menuding ada pihak asing yang ingin Indonesia tetap lemah dan terpecah belah di balik sejumlah kerusuhan. Pernyataan itu disampaikan dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dan ia mengakui tudingan tersebut belum disertai bukti yang bisa dipaparkan ke publik.

Dugaan tersebut, menurut Prabowo, bertujuan membuat Indonesia tetap lemah. Ia menilai pihak-pihak itu tidak menginginkan Indonesia tumbuh menjadi negara kuat. "Karena ujungnya impian mereka Indonesia pecah," ucap Prabowo.

Dugaan Tanpa Rincian Bukti

Kepala negara mengakui pernyataannya belum didukung bukti yang bisa dibuka ke publik. Ia meminta semua pihak berhati-hati dalam menilai persoalan ini. "Kalau menurut saya tapi sekali lagi kan kita harus hati-hati karena semua berdasarkan bukti. Tapi kalau saya sih, saya merasa ada," kata Prabowo.

Dalam pernyataannya, Prabowo tidak menyebut secara spesifik negara atau pihak mana yang ia maksud. Ia juga tidak merinci kerusuhan mana yang ia nilai terkait dengan dugaan tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah sorotan atas sejumlah aksi massa dan bentrokan yang terjadi di beberapa daerah dalam periode yang sama. Pemerintah belum merilis data resmi soal jumlah kerusuhan maupun kerugian yang timbul dari peristiwa-peristiwa tersebut.

Dikaitkan dengan Persaingan Geopolitik

Prabowo menempatkan isu ini dalam kerangka persaingan geopolitik antarnegara. Ia menyebut Indonesia diprediksi akan menjadi negara keempat terbesar di dunia. Prediksi itu, menurutnya, membuat Indonesia menjadi sasaran kepentingan pihak lain.

Ia menggambarkan persaingan geopolitik sebagai ajang yang berdarah dingin dan kejam. "Because there are no permanent friends, and no permanent enemy, yang ada kepentingan abadi," ujar Prabowo.

Pandangan semacam ini bukan hal baru dalam politik luar negeri Indonesia. Negara-negara besar kerap dipandang memiliki kepentingan strategis di kawasan, termasuk terhadap posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar Asia Tenggara.

Belum Ada Tanggapan Resmi Pihak Lain

Hingga pernyataan itu disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Luar Negeri maupun lembaga negara lain soal tudingan tersebut. Istana juga belum merilis penjelasan tambahan mengenai bukti yang dimaksud Prabowo.

Sejumlah pengamat menilai pernyataan itu perlu disertai data agar tidak menimbulkan spekulasi di ruang publik. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menindaklanjuti tudingan ini secara lebih rinci.

Prabowo menyampaikan pernyataan itu dalam kapasitasnya sebagai presiden, melalui kanal resmi yang ia gunakan untuk menjawab berbagai isu publik. Program tersebut menjadi salah satu saluran komunikasi langsung kepala negara ke masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index